Nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Ali Mohamed Zaki, Ilmuwan Mesir Temukan Virus Korona di 2012

Pernita Hestin Untari, Jurnalis · Kamis 30 Januari 2020 10:19 WIB
https: img.okeinfo.net content 2020 01 30 56 2160503 ali-mohamed-zaki-ilmuwan-mesir-yang-temukan-virus-korona-tahun-2012-bjfMVvnjBU.jpg Profesor Ali Mohamed Zaki (Foto: The Guardian)

JAKARTA - Wabah virus korona tengah menghebohkan dunia. Hingga berita ini diturunkan, virus telah menginfeksi 7.783 orang di seluruh dunia.

Virus kabarnya baru teridentifikasi pertama kali pada 2019, sehingga disebut Novel Coronavirus (2019-nCov). Namun, fakta baru mengungkap bahwa virus sebelumnya telah ditemukan sekira enam tahun lalu.

The Guardian melaporkan, pada September 2012 seorang dokter di salah satu rumah sakit di Arab Saudi telah dipecat karena melaporkan virus korona jenis baru yang mematikan, yang diduga sama dengan NOvel Coronavirus.

Dia adalah Ali Mohamed Zaki yang merupakan ahli virus yang pernah bekerja di Rumah Sakit Dr Soliman Fakeeh di Jeddah, Arab Saudi. Awalnya dia menerima telepon dari seorang dokter yang khawatir tentang seorang pasien yang menderita pneumonia akut. Zaki akhirnya mencoba untuk mengidetifikasi penyakit pasien.

 Ali Mohamed Zaki, Ilmuwan Mesir yang Temukan Virus Korona Tahun 2012

Zaki bahkan mengirim sampel ke laboratorium virologi terkemuka di Erasmus Medical Centre di Rotterdam. Sambil menunggu tim Belanda memeriksa virusnya, Zaki mencoba satu tes lagi. Kali ini ia mendapat hasil positif.

Dalam uji laboratoriumnya, virus menunjukkan agen infeksi milik keluarga patogen coronavirus. Flu biasa disebabkan oleh coronavirus. Begitu juga infeksi SARS yang memakan korban.

Untuk mengingatkan ilmuwan lain, Zaki memposting catatan tentang proMED, sistem pelaporan internet yang dirancang untuk secara cepat berbagi rincian penyakit menular dan wabah dengan para peneliti dan lembaga kesehatan masyarakat. Alih-alih mendapatkan apresiasi, Zaki dipecat dari rumah sakit. Ini lantaran Kementerian Kesehatan Arab Saudi kala itu itu tidak suka virus tersebut muncul di proMED.

"Mereka memaksa rumah sakit untuk mengakhiri kontrak saya. Saya terpaksa meninggalkan pekerjaan saya karena ini, tetapi itu adalah tugas saya. Ini adalah virus yang serius," kata Zaki.

Menurut Zaki, virus tersebut sangat serius. Pasalnya pneuomonia yang menjangkit pasien memburuk, napasnya semakin pendek, ginjal dan organ lainnya mulai goyah dan gagal. Pasien itu meninggal 11 hari setelah ia tiba di rumah sakit.

Novel Coronavirus tersebut pertama kali menyebar di China dan berasal dari Kota Wuhan, Provinsi Hubei.

Kini virus korona juga menyebar di luar China yakni Thailand, Jepang, Hong Kong, Singapura, Taiwan, Australia, Macau, Malaysia, Prancis, Amerika, Jerman, Korea Selatan, Arab Saudi, Kanada, Vietnam, Kamboja, Filandia, Nepal, dan Sri Lanka.

(ahl)

Loading...

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini