Nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Temukan Virus Korona, Ilmuwan Ali Mohamed Zaki Malah Dipecat

Pernita Hestin Untari, Jurnalis · Kamis 30 Januari 2020 11:16 WIB
https: img.okeinfo.net content 2020 01 30 56 2160534 temukan-virus-korona-ilmuwan-ali-mohamed-zaki-malah-dipecat-0QxuIz7Dib.jpg (Foto: Edzardernst)

JAKARTA - Wabah virus korona saat ini tengah menjadi perhatian dunia. Tercatat virus ini telah menginfeksi 7.783 orang di seluruh dunia dan kini lebih dari 100 orang meninggal dunia.

Virus korona yang menghebohkan dunia saat ini mengingatkan pada temuan virus korona yang pernah diberitakan pada Maret 2013 di situs The Guardian.

Dilaporkan bahwa seorang ilmuwan Mesir, Ali Mohamed Zaki pada September 2012 dipecat gara-gara melaporkan virus korona mematikan.

 Wabah virus korona saat ini tengah menjadi perhatian dunia.

Ia merupakan seorang dokter di salah satu rumah sakit di Arab Saudi, menemukan virus korona baru yang diduga sama dengan Novel Coronavirus.

Ali Mohamed Zaki merupakan ahli virus yang pernah bekerja di Rumah Sakit Dr Soliman Fakeeh di Jeddah, Arab Saudi. Awalnya dia menerima telepon dari seorang dokter yang khawatir tentang pasien yang menderita pneumonia akut.

Zaki akhirnya mencoba untuk mengidetifikasi penyakit pasien. Zaki mengirim sampel ke laboratorium virologi terkemuka di Erasmus Medical Centre di Rotterdam.

 Wabah virus korona saat ini tengah menjadi perhatian dunia.

Sambil menunggu tim Belanda memeriksa virusnya, Zaki mencoba satu tes lagi. Kali ini ia mendapat hasil positif. Dalam uji laboratoriumnya, virus menunjukkan agen infeksi milik keluarga patogen coronavirus. Flu biasa disebabkan oleh coronavirus. Begitu juga infeksi SARS yang memakan korban.

Untuk mengingatkan ilmuwan lain, Zaki memposting catatan tentang proMED, sistem pelaporan internet yang dirancang untuk secara cepat berbagi rincian penyakit menular dan wabah dengan para peneliti dan lembaga kesehatan masyarakat.

Bukannya mendapatkan apresiasi, Zaki malah dipecat dari rumah sakit. Ini lantaran Kementerian Kesehatan Arab Saudi kala itu itu tidak suka virus tersebut muncul di proMED.

"Mereka memaksa rumah sakit untuk mengakhiri kontrak saya. Saya terpaksa meninggalkan pekerjaan saya karena ini, tetapi itu adalah tugas saya. Ini adalah virus yang serius," kata Zaki.

Menurut Zaki, virus tersebut sangat serius. Pasalnya pneuomonia yang menjangkit pasien memburuk, napasnya semakin pendek, ginjal dan organ lainnya mulai goyah dan gagal.

1
2
Loading...

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini