Nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

ITB Ciptakan Sistem Ujian Terintegrasi SmartEdu

Jum'at 31 Januari 2020 17:07 WIB
https: img.okeinfo.net content 2020 01 31 207 2161377 itb-ciptakan-sistem-ujian-terintegrasi-smartedu-4hvJqEBeXk.jpg (Foto: itb.ac.id)

BANDUNG - Institut Teknologi Bandung (ITB) menciptakan SmartEdu, sebuah sistem ujian berbasis komputer terintegrasi. SmartEdu mendukung kegiatan belajar mengajar yang lebih efektif dan efisien.

Situs itb.ac.id menjelaskan inovasi ini merupakan hasil kerjasama antara ITB, PT. INTI dan Kemenristekdikti.

SmartEdu dikembangkan oleh Ir Adi Indrayanto MSc, PhD., dan Yusep Rosmansyah ST, MSc, PhD, serta tim dosen dan peneliti di Sekolah Teknik Elektro & Informatika (STEI) dan Pusat Mikroelektronika (PME) ITB. Hardware pada SmartEdu dikembangkan oleh Adi Indrayanto, sedangkan pengembangan software oleh Yusep Rosmansyah.

Humas ITB, Adi Indrayanto menjelaskan, sistem SmartEdu awalnya dibuat untuk membantu dosen dalam memilih materi yang akan disampaikan di kelas.

”Jadi sebelum kelas dimulai, dosen melakukan pre-test terlebih dahulu. Dari nilai mahasiswa dan persebaran benar salah untuk setiap soal dapat dilihat materi mana yang membutuhkan penjelasan lebih dalam, sehingga pembelajaran menjadi lebih efisien dan tepat sasaran,” ujarnya.

Menurutnya, yang menjadikan SmartEdu menjadi sistem yang smart adalah sistem ini lebih ringkas, simple, dan mobile dibandingkan sistem ujian berbasis komputer yang sudah ada.

Sistem SmartEdu terdiri dari tiga komponen utama. Pertama adalah Gawai. Gawai ini berupa smartphone yang digunakan dan dikembangkan sendiri oleh Adi Indrayanto sejak 2016.

Penggunaan smartphone ini untuk menggantikan komputer. Aplikasi yang terdapat di dalam smartphone tersebut menggunakan sistem operasi buatan sendiri.

Komponen kedua adalah portable docking, yaitu berupa koper untuk pengisian daya sekaligus sebagai tempat smartphone yang disusun dalam 10 baris, di mana 1 baris memuat 5 smartphone. Sensor yang sudah dipasang pada koper akan otomatis mendeteksi setiap baris apakah terdapat smartphone dengan daya baterai kurang atau tidak, jika daya kurang maka akan dilakukan pengisian dan penghentian daya secara otomatis.

“Komponen yang ketiga adalah access point. Penggunaan access point lokal bertujuan untuk menghindari kecurangan atau pun kegiatan yang tidak berhubungan dengan kegiatan pembelajaran,” ucap dosen dari Kelompok Keahlian Elektronika ITB itu.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini