Nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Bisa Dipakai untuk Tes CPNS, Ini Cara Kerja SmartEdu

Jum'at 31 Januari 2020 18:03 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2020 01 31 207 2161385 bisa-dipakai-untuk-tes-cpns-ini-cara-kerja-smartedu-RXLCpqZa5R.jpg (Foto: itb.ac.id)

JAKARTA - Institut Teknologi Bandung (ITB) menciptakan SmartEdu, sistem ujian berbasis komputer terintegrasi yang mendukung kegiatan belajar mengajar yang lebih efektif dan efisien.

Situs itb.ac.id menjelaskan, SmartEdu dikembangkan oleh Ir Adi Indrayanto MSc, PhD., dan Yusep Rosmansyah ST, MSc, PhD, serta tim dosen dan peneliti di Sekolah Teknik Elektro & Informatika (STEI) dan Pusat Mikroelektronika (PME) ITB.

Adi Indrayanto berharap, ke depannya SmartEdu dapat digunakan untuk semua jenis ujian berbasis komputer. Tidak hanya untuk kalangan kampus saja, tetapi ujian tes CPNS dan ujian masuk perguruan tinggi pun menggunakan sistem tersebut.

Aplikasi yang dikembangkan memiliki tampilan sederhana. Peserta cukup log in, setelah masuk maka akan langsung diarahkan ke paket soal, selanjutnya cukup memilih paket soal yang akan dikerjakan.

Dalam pengerjaan soal, terdapat fitur untuk menandai jika jawaban yang dipilih masih ragu-ragu, nomor soal akan diberikan warna berbeda, dan pengerjaan soal bisa dilakukan secara tidak berurutan.

“Selanjutnya setelah menyelesaikan pengerjaan, peserta cukup submit hasil pengerjaan dan log out dari aplikasi. Nilai hasil pengerjaan akan langsung keluar dan dapat dilihat oleh pembuat soal,” sambungnya.

Adapun dalam proses pengembangannya, banyak tantangan yang dihadapi oleh tim. Misalnya ketika uji coba masalah bug seringkali ditemui, sehingga perlu dilakukan programming ulang untuk mengatasi bug tersebut.

Selain itu, sistem operasi yang digunakan adalah open source sehingga jika ada perubahan terhadap sistem operasinya perlu dilakukan pemasangan ulang (injeksi). Ini merupakan tantangan untuk smartphone yang mengalami kendala karena injeksi sistem operasi yang terlalu sering, menyebabkan beberapa komponen, terutama memori penyimpan menjadi mudah rusak dan perlu diganti.

“Kedepannya ingin dilakukan pengembangan untuk penyedia energi untuk pengisian daya. Saat ini untuk mengisi daya masih membutuhkan listrik, nanti sistem akan diintegrasikan dengan sel surya portable sehingga sistem ini bisa digunakan di manapun, termasuk tempat-tempat terpencil di Indonesia yang belum dialiri listrik,” ujarnya.

1
2
Loading...

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini