Nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Ditemukan Debu Bintang Paling Tua di Bumi

Minggu 02 Februari 2020 13:13 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2020 02 01 56 2161831 ditemukan-debu-bintang-paling-tua-di-bumi-H4R1UEqrSk.jpg (Foto: YouTube)

JAKARTA - Teknik-teknik baru memungkinkan penemuan benda-benda padat paling tua yang pernah ditemukan di Bumi. Benda padat ini ukurannya sangat kecil dan disebut stardust atau debu bintang, dikutip Voaindonesia.

Debu bintang itu terbentuk antara lima sampai tujuh miliar tahun lalu dan jatuh bersama sebuah meteorit 50 tahun lalu di Australia.

Kata sebuah laporan dalam jurnal PNAS, debu kosmis itu ditemukan tahun 1969 di kota Murchison, negara bagian Victoria. Para pakar Amerika di Chicago Field Museum telah menyimpan sebagian darinya selama 50 tahun lebih.

Philipp Heck, kurator tentang meteorit memeriksa butir-butir halus yang terbentuk sebelum matahari muncul. Debu kosmis itu terperangkap dalam batu meteorit dan karenanya bisa dianggap sebagai penunjuk waktu sebelum lahirnya matahari.

“Ini adalah bukti kuat, debu bintang yang sebenarnya,” kata Heck dalam sebuah pernyataan.

Ketika bintang-bintang atau matahari yang pertama mati setelah bersinar selama dua miliar tahun, mereka meninggalkan debu bintang, yang kemudian membentuk bongkahan batu yang jatuh ke Bumi sebagai meteorit di Australia.

Para periset telah berhasil mengidentifikasi mereka sebagai bagian dari matahari kuno pada tahun 1987, tapi umurnya yang pasti belum bisa ditentukan.

 Teknik-teknik baru memungkinkan penemuan benda-benda padat paling tua yang pernah ditemukan di Bumi.

Philipp Heck dan rekan-rekannya belum lama ini menggunakan cara baru untuk mengukur umur debu kosmis itu, yang merupakan karbida silicon, bahan mineral yang terbentuk ketika matahari mulai menurun suhunya.

Untuk memisahkan debu-debu kuno itu dari debu yang relatif lebih muda, para pakar melumatkan pecahan-pecahan meteorit menjadi semacam bubuk, yang kemudian dilarutkan dalam cairan asam, sehingga yang tinggal adalah partikel-partikel matahari kuno.

Ketika debu kosmis tersebar di antariksa, debu-debu itu terpapar sinar-sinar kosmis yang secara perlahan mengubah komposisinya. Inilah yang memungkinkan para periset untuk mengukur umur debu bintang itu.

Kini para periset telah berhasil mengetahui umur 40 butir debu kosmis, yaitu antara 4,6 sampai 4,9 miliar tahun.

1
2
Loading...

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini