Menkominfo Ungkap Upaya Pemerintah Cegah Virus Korona Masuk Indonesia

Pernita Hestin Untari, Jurnalis · Senin 03 Februari 2020 17:21 WIB
https: img.okezone.com content 2020 02 03 54 2162667 menkominfo-ungkap-upaya-pemerintah-cegah-virus-korona-masuk-indonesia-1ipsyIA69m.jpg (Foto: Shutterstock)

JAKARTA - Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo), Johnny G Plate mengungkapkan ada beberapa kebijakan yang diambil pemerintah untuk mencegah dampak penyebaran Novel Coronavirus (2019-nCoV). 

Kebijakan-kebijakan tersebut di antaranya pemulangan 285 WNI (Warga Negara Indonesia) dari Wuhan, China.

Menteri Kesehatan, Terawan Agus Putranto akan berkantor di Natuna dan akan memberikan status terkini tentang perkembangan WNI yang dipulangkan. Kemudian, pemerintah menutup penerbangan dari dan ke China mulai Rabu (5/2/2020) pukul 00.00 WIB.

Selanjutnya, pendatang dari Tiongkok, yang telah tinggal selama 14 hari di mainland, tidak diperkenankan masuk dan transit di Indonesia.

Pemerintah mencabut Bebas Visa dan Visa On Arrival bagi Warga Negara China yang bertempat tinggal di mainland China. Pemerintah juga meminta WNI tidak bepergian ke mainland China.

 Menkominfo mengungkap beberapa kebijakan yang diambil pemerintah untuk mencegah dampak penyebaran Novel Coronavirus (2019-nCoV).

Menteri Johnny menambahkan hoaks atau disinfomasi terkait virus korona semakin meningkat. Kominfo mendeteksi terdapat 54 disinfomasi yang disebarkan seperti virus korona masuk ke beberapa daerah di Indonesia, virus korona bisa menyebar melalui game online Free Fire, dua penumpang Lion Air meninggal akibat virus korona, dan masih banyak lagi.

Ia mengimbau masyarakat agar lebih bijak dalam menggunakan media sosial dan mengolah informasi terkait virus korona.

"Jangan gunakan untuk sebar hoaks, yang terkait Corona Virus. Gunakan untuk yang produktif dan bermanfaat. Lakukan cek silang dan cari informasi dari sumber resmi Pemerintah. Kalau berkaitan dengan kesehatan, cek di kemkes.go.id, atau mengenai informasi luar negeri cek di kemlu.go.id," kata Johnny.

Menurut keterangan resmi Kominfo, secara global per tanggal 1 Februari 2020 tercatat 11.953 kasus virus korona terkonfirmasi. Sebanyak 1821 kasus di antaranya dilaporkan dari China yang tersebar di 34 wilayah.

Total kematian 259 kasus (CFR 2,2%) yang seluruhnya terjadi di China. Di Indonesia belum terjadi kasus terkonfirmasi.

WHO sudah menetapkan virus korona baru ini atau 2019-nCoV sebagai Public Health Emergency of International Concern (PHEIC) sejak tanggal 30 Januari 2020 karena adanya peningkatan kasus yang signifikan dan kasus konfirmasi di beberapa negara lain.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini