Menkominfo Siapkan SMS Blast Tangkal Penyebaran Hoaks Virus Korona

Pernita Hestin Untari, Jurnalis · Senin 03 Februari 2020 17:48 WIB
https: img.okezone.com content 2020 02 03 54 2162681 menkominfo-siapkan-sms-blast-tangkal-penyebaran-hoaks-virus-korona-fFMXXkcKe8.jpg (Foto: PSafe)

JAKARTA - Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo), Johnny G Plate mengungkapkan pihaknya akan mempertimbangkan upaya pencegahan penyebaran hoaks virus korona melalui SMS (Short Message Service).

Dinamakan SMS Blast, cara ini digunakan untuk menyebarkan informasi kepada masyarakat agar tidak mempercayai informasi yang keabsahannya belum jelas.

"Kita sedang siapkan supaya (informasi) di-blast (sebarluaskan melalui SMS)," kata Johnny usai konferensi pers di Kantor Kominfo, Jakarta, Senin (3/2/2020).

Menteri Johnny menambahkan hoaks atau disinfomasi terkait virus korona semakin meningkat setiap harinya.

Kominfo telah menemukan ada 54 disinfomasi yang disebarkan hingga hari ini, Senin (3/1/2020). Disinfomasi atau hoaks tersebut seperti informasi terkait virus korona telah masuk ke beberapa daerah di Indonesia, virus korona bisa menyebar melalui game online Free Fire, dua penumpang Lion Air meninggal akibat virus korona, dan masih banyak lagi.
Menkominfo, Johnny G Plate mengungkapkan pihaknya akan mempertimbangkan upaya pencegahan penyebaran hoaks virus korona melalui SMS.

Terkait hal ini, Menkominfo Johnny mengimbau masyarakat supaya lebih bijak dalam menggunakan media sosial dan mengolah informasi terkait virus korona.

"Jangan gunakan untuk sebar hoaks, yang terkait Corona Virus. Gunakan untuk yang produktif dan bermanfaat. Lakukan cek silang dan cari informasi dari sumber resmi Pemerintah. Kalau berkaitan dengan kesehatan, cek di kemkes.go.id, atau mengenai informasi luar negeri cek di kemlu.go.id," kata Johnny.

Menurut keterangan resmi Kominfo, secara global per tanggal 1 Februari 2020 tercatat  11.953 kasus virus korona terkonfirmasi. Sebanyak 1821 kasus diantaranya dilaporkan dari Cina yang tersebar di 34 wilayah. Total kematian 259 kasus (CFR 2,2%) yang seluruhnya terjadi di China. Di Indonesia belum terjadi kasus terkonfirmasi.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini