Berantas Situs Porno, Kominfo: Penggunaan VPN Tidak Bisa Dikendalikan

Pernita Hestin Untari, Jurnalis · Selasa 04 Februari 2020 12:27 WIB
https: img.okezone.com content 2020 02 04 207 2163057 berantas-situs-porno-kominfo-penggunaan-vpn-tidak-bisa-dikendalikan-SV6BiJzcXI.jpg (Foto: Tracktec)

JAKARTA - Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo), Johnny G. Plate mengungkapkan pemblokiran situs pornografi bukan perkara yang mudah. Pasalnya, situs yang diblokir mampu ditembus menggunakan Virtual Private Network (VPN).

"Over the top perusahaan, platform atau aplikasi yang menggunakan Virtual Private Network (VPN) itu tidak bisa dikendalikan oleh kita. Saya gak bisa mematikan, yang bisa dia sendiri yang mematikan," kata Johnny dalam keterangan resminya, Selasa (4/2/2020).

Kominfo pernah meminta situs-situs dewasa untuk memblokir konten pornografi. Pemerintah dalam hal ini Kominfo tidak bisa langsung meminta pemblokiran apabila situs-situs dewasa itu menggunakan VPN.

"Yang saya bisa minta blokir langsung dan dilakukan pemblokirannya adalah yang menggunakan media over the top kita, internetnya, itu bisa kita blokir," kata Johnny.

Namun sayangnya, ketika menggunakan VPN maka harus meminta pengelola situs pornografi untuk memblokirnya sendiri.

"Tapi mana ada perusahaan porno begitu mau cabut, itu barang dagangannya dia kok. Karenanya yang bisa kita cegah dari sisi kita yaitu edukasi dan literasi, tentu perlu juga secara teknologi tapi ada yang bisa ada yang gak bisa," jelas dia.

 Pemblokiran situs pornografi bukan perkara yang mudah.

Menteri Kominfo menegaskan berkaitan dengan kejahatan teknologi, Kominfo terus melakukan pemantauan setiap harinya melalui patroli siber kepada pengguna internet apapun yang menyebarkan situs pornografi dan situs-situs negatif lainnya.

"Yang menggunakan internet apapun namanya, kita punya ada yang namanya patroli siber dilakukan 1x24 jam sehari dan 7 hari dalam seminggu nonsetop untuk semua perilaku masyarakat dalam kaitan dengan hak-hak sipil, ketidakpatuhan sipil dan kekacauan sipil," jelasnya.

Berdasarkan pemantauan yang intensif dilakukan, Kementerian Kominfo hingga saat ini telah memblokir sekitar satu setengah juta akun yang tersebar di dunia maya.

"Sebagai informasi, kita sudah takedown (memblokir) hampir satu setengah juta akun selama ini, dan mayoritas adalah yang terkait dengan pornografi, perdagangan seksual. Ini gak akan bisa berhenti kalau masyarakatnya gak berubah," kata dia.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini