Nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Pemerintah Lindungi Anak dari Paparan Konten Pornografi

Pernita Hestin Untari, Jurnalis · Selasa 04 Februari 2020 14:40 WIB
https: img.okeinfo.net content 2020 02 04 207 2163152 pemerintah-lindungi-anak-dari-paparan-konten-pornografi-CiJW4xTeka.jpg (Foto: USA Today)

JAKARTA - Menteri Komunikasi dan Informatika Johnny G. Plate mengungkapkan edukasi dan literasi menjadi kunci penting untuk meningkatkan perlindungan terhadap anak dari ancaman dan bahaya pornografi dalam jaringan (daring) atau online.

"Kalau tidak ada edukasi dan literasi yang terkoordinasi, kerjanya kita seperti pemadam kebakaran saja. Jadi edukasi dan literasi secara terkoordinasi menjadi penting dilakukan berbagai pihak yang terkait," tuturnya saat menerima kunjungan Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) di Kantor Kominfo, Jakarta, Senin (3/2/2020).

Untuk memberantas konten pornografi, Johnny mengatakan pihak Kominfo terus melakukan pemantauan setiap harinya melalui patroli siber kepada pengguna internet apapun yang menyebarkan situs pornografi dan situs-situs negatif lainnya.

"Yang menggunakan internet apapun namanya, kita punya ada yang namanya patroli siber dilakukan 1x24 jam sehari dan 7 hari dalam seminggu nonsetop untuk semua perilaku masyarakat dalam kaitan dengan hak-hak sipil, ketidakpatuhan sipil dan kekacauan sipil," jelasnya.

Berdasarkan pemantauan yang intensif dilakukan, Kominfo hingga saat ini telah memblokir sekitar satu setengah juta akun yang tersebar di dunia maya.

 Edukasi dan literasi menjadi kunci penting untuk meningkatkan perlindungan terhadap anak dari ancaman dan bahaya pornografi.

"Sebagai informasi, kita sudah takedown (memblokir) hampir satu setengah juta akun selama ini, dan mayoritas adalah yang terkait dengan pornografi, perdagangan seksual. Ini gak akan bisa berhenti kalau masyarakatnya gak berubah," kata Johnny.

Dalam pertemuan tersebut, Ketua KPAI Susanto bersama jajaran komisioner juga memaparkan penanganan perlindungan anak dari bahaya pornografi. KPAI juga banyak menerima laporan dari masyarakat terkait dengan pornografi daring yang merupakan salah satu kasus terbanyak dalam beberapa tahun terakhir.

Menurut KPAI, radikalisme, ujaran kebencian, pornografi daring dan bullying yang berbasis siber menjadi tantangan Indonesia saat ini, khususnya yang berkaitan dengan perlindungan terhadap anak.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini