Share

Menristek Minta Kalbe Farma Taruh Fasilitas Riset di Science Techno Park Perguruan Tinggi

Ahmad Luthfi, Jurnalis · Rabu 05 Februari 2020 14:27 WIB
https: img.okezone.com content 2020 02 05 207 2163725 menristek-minta-kalbe-farma-taruh-fasilitas-riset-di-science-techno-park-perguruan-tinggi-nwlijHBqkx.jpg Menristek Bambang PS Brodjonegoro. Foto : Dok. Kemenristek

Menteri Riset dan Teknologi/Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (Menristek/BRIN) Bambang PS Brodjonegoro mendorong agar PT Kalbe Farma yang sudah membangun kerjasama dengan perguruan tinggi agar menempatkan fasilitas riset di Science Techno Park (STP) yang ada di perguruan tinggi. Hal Ini selaras dengan sisi penelitian, industri, dan pemerintah.

“Ini bisa dipertimbangkan kerjasama perguruan tinggi yang mempunyai STP, ada bagian R&D Kalbe yang bisa ditempatkan di STP tersebut. Karena kami lihat ini bisa menjadi tren dunia usaha bisa masuk ke dalam kegiatan R&D,”ujar Menteri saat meninjau Fasilitas Riset PT Kalbe Farma, dikutip dari keterangan resmi Rabu (5/02/2020).

Menteri melihat, saat ini masih rendah paten yang dihasilkan dari kegiatan R&D di dunia industri. Karena pusat kegiatan R&D industri lebih banyak melakukan technology development. Maka, dengan adanya rencana tax deduction yang diberikan kepada perusahaan maksimum 300 persen akan memotivasi dunia industri dalam mengembangkan investasi dalam R&D, dari mulai riset dasar hingga menghasilkan paten maupun invensi dan inovasi.

Rencana tax deduction ini akan diberikan sesuai level dan kegiatan penelitian. Bagi industri yang melakukan kegiatan R&D saja akan diberikan tax deduction sebesar 100 persen, sementara untuk industri yang bekerjasama dengan perguruan tinggi dan lembaga litbang pemerintah akan mendapat 150 persen.

Industri yang menghasilkan paten secara mandiri mendapat 200 persen, sedangkan Industri yang melakukan R&D menghasilkan paten bekerja sama dengan perguruan tinggi/lembaga litbang pemerintah mendapatkan 300 persen.

“Ini bisa memanfaatkan optimal, tax deduction ini untuk memotivasi industri agar lebih besar investasi dalam kegiatan R&D. Harapan kami PT Kalbe Farma dapat mendorong obat baru hasil inovasi, khusunya untuk jenis obat resep,” katanya.

Baca Juga: Sinergi KKP dan TNI AL Berantas Penyelundupan BBL Ilegal di Batam

Saat ini PT Kalbe Farma telah bekerjasama dengan berbagai pusat penelitian, pemerintah, akademisi, dan swasta baik di dalam negeri maupun luar negeri dalam mengembangkan inovasi dan ilmu pengetahuan. Founder and Honorary Chairman PT Kalbe Farma Tbk sekaligus Founder Stemcell and Cancer Institute (SCI) Boenjamin Setiawan mengatakan dukungan pemerintah sangat dibutuhkan. Ia menyambut baik adanya rencana tax deduction yang akan diberikan pemerintah kepada industri yang melakukan kegiatan penelitian.

“Penelitian itu sangat penting bagi kemajuan suatu negara, sehingga perlu mendapat perhatian besar dari seluruh pihak, khususnya pemerintah,“ ujarnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini