Migrasi TV Analog ke Digital Hemat Penggunaan Frekuensi 112 MHz

Ahmad Luthfi, Jurnalis · Kamis 06 Februari 2020 11:40 WIB
https: img.okezone.com content 2020 02 06 207 2164202 migrasi-tv-analog-ke-digital-hemat-penggunaan-frekuensi-112-mhz-LUCoB8MxSY.jpg (Foto: Ist)

JAKARTA - Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Johnny G. Plate mengatakan bahwa migrasi dari TV analog ke TV digital bisa menghemat penggunaan frekuensi 112 MHz (megahertz).

"Migrasi analog ke televisi digital di Indonesia, akan terjadi digital dividend, di mana ada penghematan penggunaan frekuensi sampai dengan sebesar 112 megahertz. Ini tentu akan memberikan nilai-nilai penerimaan negara yang besar," ujar Menkominfo, seperti dikutip dari Kominfo.go.id.

Menteri Johnny mengungkapkan, migrasi pertelevisian Indonesia menuju digitalisasi akan memberikan ruang dan pemanfaatan teknologi penyiaran televisi yang semakin berkembang di Indonesia.

"Televisi analog kapasitasnya terbatas. Sementara dengan televisi digital, pemanfaatannya berskala multipathing sekaligus dapat membuka peluang ruang usaha yang lebih besar bagi perusahaan televisi. Apalagi bila mengingat hingga saat ini potret persaingan di ruang digital semakin kompleks dan semakin rumit," jelasnya.

 Migrasi dari TV analog ke TV digital bisa menghemat penggunaan frekuensi 112 MHz (megahertz).

Menurut Menteri Kominfo baik operator seluler, pertelevisian, media online bahkan over the top (OTT) business sudah saling bersaing dan menjadi kompetisi satu dengan lainnya yang sudah tidak linear lagi.

"Persaingan dan tumbuh suburnya pertelevisian yang sehat di Indonesia tidak saja di antara perusahaan televisi tapi juga perlu bersaing dengan layanan usaha lainnya yang dapat melakukan layanan seperti pertelevisian atau penyiaran-penyiaran lainnya yang bisa menggerus pasar-pasar pertelevisian," tambahnya.

Oleh karena itu, Kominfo mendukung dan mendorong agar migrasi dari analog pertelevisian Indonesia ke digital harus segera dilakukan. Menteri Johnny berharap adanya kerjasama yang baik antara pemerintah dan DPR RI untuk memastikan payung hukum televisi digital berjalan lancar sesuai keinginan bersama.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini