3 Hoaks Terkait Virus Korona Tersebar di Jejaring Sosial

Ahmad Luthfi, Jurnalis · Kamis 06 Februari 2020 13:20 WIB
https: img.okezone.com content 2020 02 06 207 2164253 3-hoaks-terkait-virus-korona-tersebar-di-jejaring-sosial-n8xCVMX4oX.jpg (Foto: Ist)

JAKARTA - Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) telah menemukan puluhan hoaks mengenai virus korona di media sosial. Terkini, ditemukan informasi hoaks terkait virus korona yang membuat babi dikubur hidup-hidup hingga Presiden China Xi Jinping meminta doa umat Islam.

Dalam situs Kominfo.go.id, beredar unggahan video yang menampilkan babi disertai narasi "Telah terjadi pembunuhan massal di China. Akibat dari virus Corona ini. Babi serta unggas di kubur hidup-hidup. Gimana di negeri kita ini… Apakah masih ada yg pelihara babi…???”.

Setelah ditelusuri, video babi yang terdapat pada unggahan tersebut tidak ada hubungannya dengan virus korona. Video tersebut benar di China, namun video tersebut adalah video lama yang sudah ada sejak 2018 yakni wabah flu Babi Afrika yang menyebar ke lebih dari setengah provinsi di China.

Selain hoaks mengenai babi dikubur hidup-hidup, beredar informasi di media sosial Facebook dengan narasi "Tim medis Jepang berjumlah 1.000 orang tiba di Wuhan”.

Setelah ditelusuri lebih lanjut, Kedutaan Besar Jepang di Manila membantah klaim soal pengiriman 1.000 tenaga medis Jepang ke Wuhan. Warga Jepang memang menunjukkan solidaritas pada China terkait penyebaran Virus Corona.

Akan tetapi, kabar yang menyebut Negeri Sakura mengirim 1.000 tenaga medis ke Wuhan adalah tidak benar.

 Kominfo telah menemukan puluhan hoaks mengenai virus korona di media sosial.

Hoaks berikutnya terkait video yang diunggah oleh salah satu akun Facebook. Video tersebut memperlihatkan Presiden China Xi Jinping sedang berada di sebuah masjid dan dikelilingi umat muslim.

Pada unggahan video dituliskan narasi yang mengklaim bahwa Xi Jinping sedang melakukan kunjungan ke sebuah masjid untuk meminta umat muslim mendoakan negara China yang sedang mengalami krisis akibat virus korona.

Faktanya setelah ditelusuri diketahui bahwa video tersebut merupakan video lama, tepatnya pada saat kunjungan Xi Jinping ke Masjid Xincheng di Yinchuan, ibu kota Wilayah Otonomi Ningxia Hui pada 19 Juli 2016.

Adapun maksud kunjungan tersebut adalah mengajak warga muslim China untuk mempromosikan harmoni sosial dan menolak penyusup agama, bukan dalam rangka meminta doa umat muslim China terkait krisis akibat virus korona.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini