Pengamat : Regulasi IMEI Belum Tentu Efektif Kurangi Ponsel Ilegal

Pernita Hestin Untari, Jurnalis · Jum'at 07 Februari 2020 16:32 WIB
https: img.okezone.com content 2020 02 07 207 2165007 soal-regulasi-imei-perketat-pengawasan-jalur-masuk-ponsel-dinilai-lebih-efektif-gRDqmXaP6Z.jpg (Foto: Android Central)

JAKARTA - Pengamat telekomunikasi Heru Sutadi menilai pengetatan pengawasan di jalur masuk ponsel ke dalam negeri lebih efektif menekan masuknya ponsel ilegal di Indonesia.

Karena itu Heru menyebut regulasi nomor International Mobile Equipment Identity (IMEI) untuk memberantas ponsel ilegal belum tentu efektif. Menurutnya, pemblokiran ini justru akan merugikan konsumen.

"Dan masalah tidak akan muncul kalau jalur tikus dan pelabuhan, serta bea cukai ketat pengawasannya. Itu lebih mantap, pintu masuknya barang dari luar diperketat yakinlah tak ada ponsel ilegal lagi," kata Heru kepada Okezone, Jumat (7/2/2020).

"Kan yang ilegal itu produknya hampir 100 persen dari luar negeri," imbuh dia.

Dia juga mengatakan ketika ada regulasi IMEI seharusnya pemblokiran dilakukan pada tingkat penjual atau distributor.

"Pemblokiran yang tidak sesuai IMEI silakan, tapi ketika ponsel masih di tingkat penjual, bukan pembeli atau pemakai," kata Heru.

Lebih lanjut, ia mengungkapkan bahwa nomor IMEI bisa saja dipalsukan.

"Konsumen mana tahu itu IMEI terdaftar atau tidak. KTP saja bisa dipalsu apalagi IMEI," kata dia. (AHL)

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini