China Jadi Lawan Berat Amerika dalam Teknologi 5G

Ahmad Luthfi, Jurnalis · Jum'at 07 Februari 2020 16:44 WIB
https: img.okezone.com content 2020 02 07 207 2165016 china-jadi-lawan-berat-amerika-dalam-teknologi-5g-LNA4BlNCHP.png Ilustrasi teknologi 5G. Foto : Istimewa

Jaksa Agung Amerika Serikat William Barr menyebut China sebagai ancaman terbesar Amerika Serikat dalam konferensi CSIS tentang spionase ekonomi China, Kamis (6/2/2020).

Karena itu, kata Barr, Amerika harus mempertimbangkan menggunakan kekuatan modalnya untuk membantu perusahaan Finlandia seperti Nokia dan Ericsson (Swedia) untuk melawan dominasi Huawei di bidang teknologi komunikasi 5G.

Barr menyebutkan China telah bangkit sebagai penantang geopolitik teratas dan menambahkan telah mencuri start. Sekarang, katanya, China bahkan memimpin dalam 5G. “Mereka telah merebut 40 persen pasar dan sekarang secara agresif berusaha menambah pangsa pasarnya itu.”ujar Barr seperti dikutip dari VOA.

Campur tangan Pemerintah Amerika Serikat pada perusahaan publik dalam hal investasi biasanya jarang dilakukan kecuali dalam kasus bailout. Yang dilakukan untuk menyelamatkan perusahaan atau firma yang gagal. Apalagi investasi seperti itu dalam perusahaan asing.

Pemerintah AS menempatkan Huawei dalam daftar hitam ekonomi tahun lalu, menyebut perusahaan China itu terlibat dalam aktivitas yang berlawanan dengan keamanan nasional Amerika.

Akibatnya Huawei tidak diberi akses jaringan 5G di Amerika dan menuduh perlengkapan Huawei bisa saja digunakan Beijing untuk memata-matai, yang berulangkali dibantah perusahaan China itu.

(ABD)

Loading...

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini