Nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Regulasi IMEI, Ini Nasib Ponsel yang Dibeli dari Luar Negeri

Pernita Hestin Untari, Jurnalis · Jum'at 07 Februari 2020 13:34 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2020 02 07 54 2164843 regulasi-imei-ini-nasib-ponsel-yang-dibeli-dari-luar-negeri-eO8Yj4uSvH.jpg (Foto: Gsmarena)

JAKARTA - Regulasi nomor International Mobile Equipment Identity (IMEI) akan berlaku pada 18 April 2020. Berlakunya regulasi ini diharapkan mampu mengurangi peredaran ponsel ilegal atau ponsel black market (BM) di Indonesia.

Ponsel dengan nomor IMEI tidak resmi akan diblokir. Nantinya, proses pemblokiran ponsel ilegal menggunakan mesin Sistem Informasi Basis Database IMEI (SIBINA).

Lalu bagaimana ponsel luar negeri yang IMEI-nya tidak terdaftar di Kementerian Perindustrian (Kemenperin)? Menurut Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo), Johnny G. Plate ponsel dengan nomor IMEI luar negeri tidak akan langsung diblokir atau blacklist.

“Pengguna ponsel yang membeli ponsel di luar negeri harus mendaftarkan perangkat IMEI serta membayar pajak,” kata Johnny dalam keterangan resminya.

Meskipun baru akan berlaku pada April 2020, uji coba regulasi IMEI dimulai pada bulan ini. Nantinya, ada dua dua mekanisme untuk mengidentifikasikan ponsel dengan IMEI yang legal atau ilegal.

Pertama blacklist yang merupakan daftar perangkat dengan IMEI ilegal yang secara langsung akan diblokir saat teridentifikasi oleh Sistem Informasi Basis Data IMEI Nasional (SIBINA), sehingga tidak dapat terhubung dengan layanan operator seluler.

Sedangkan untuk mengidentifikasi whitelist, konsumen diharuskan menguji perangkat sebelum membeli. Menteri Kominfo menegaskan, teknis identifikasi ini domainnya Kemenperin serta operator.

1
2
Loading...

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini