Nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Indonesia Perlu Punya Big Data tentang Genom Manusia

Pernita Hestin Untari, Jurnalis · Senin 10 Februari 2020 13:50 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2020 02 10 207 2166100 indonesia-perlu-punya-big-data-tentang-genom-manusia-kuoLk4cPNd.png Ilustrasi genom. Foto : Istimewa

Guru Besar Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Padjadjaran Prof. Dr. Iman Permana Maksum, M.Si. mengatakan perlu adanya mahadata terkait genom (Informasi genetik) manusia. Ini bertujuan agar dokter maupun peneliti biomedis memiliki banyak data terkait penyakit dan respons obat terhadap penyakit tersebut.

“Indonesia sendiri perlu menerapkan konsep big data tersebut khususnya dalam pengarsipan database genomik yang menjadi sumber informasi kesehatan, forensik dan berkontribusi juga dalam bidang antropologi,” ujar Prof. Iman saat membacakan orasi ilmiah berjudul “Kajian Big Data Varian Genom Manusia Indonesia Sebagai Upaya Penegakan Diagnosis Tingkat Molekul dan Rasionalisasi Pengobatan Penyakit” di Grha Sanusi Hardjadinata Universitas Padjadjaran (Unpad), Jalan Dipati Ukur No. 35, Bandung, dikutip dari keterangan resmi Unpad, Senin (10/2/2020).

Selama ini, kata Prof. Iman, kebanyakan obat yang tersedia saat ini terbatas pada “satu dosis akan cocok untuk semua”. Padahal, respons pengguna (manusia) terhadap obat akan berbeda. Obat tidak bekerja dengan cara yang sama untuk semua orang.

“Pengetahuan yang diperoleh dari proyek genom manusia akan memfasilitasi para peneliti untuk mempelajari bagaimana perbedaan gen bawaan dalam mempengaruhi respons tubuh terhadap obat-obatan. Perbedaan genetik ini akan digunakan untuk memprediksi apakah suatu obat akan efektif untuk orang tertentu dan untuk membantu mencegah reaksi obat yang merugikan,” papar Prof. Iman.

Adanya mahadata ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas hidup manusia. Proses pengobatan melalui mahadata ini memiliki potensi untuk menyesuaikan terapi dengan respons terbaik dan margin keamanan tertinggi untuk memastikan perawatan pasien yang baik.

“Dengan big data, memungkinkan setiap pasien untuk menerima diagnosis terperinci hingga pada tingkat molekul, penilaian resiko, dan perawatan yang optimal,” tuturnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini