Nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

China Tolak Foxconn Lanjutkan Produksi di Shenzhen

Pernita Hestin Untari, Jurnalis · Senin 10 Februari 2020 16:08 WIB
https: img.okeinfo.net content 2020 02 10 207 2166202 china-tolak-foxconn-lanjutkan-produksi-di-shenzhen-EpQ44B5vZl.png Logo Foxconn. Foto : Istimewa

Perusahaan Foxconn di Taiwan tidak diizinkan untuk melanjutkan produksi di pabriknya yang berada di sebelah selatan China yakni di Kota Shenzhen yang telah ditutup akibat mewabahnya virus korona. Demikian laporan dikutip dari Reuter.

Pihak berwenang di pabrik manufaktur di Shenzhen ini akan mengecek kembali pabrik minggu ini untuk memastikan parameter yang mengontrol virus tetap berjalan normal. Diberitahukan juga bahwa para karyawan hingga Selasa minggu ini tidak diperkenankan masuk kerja.

Foxconn yang memiliki nama dagang Hon Hai Precision Industry merupakan pemasok terbesar Apple untuk iPhone di China, setelah Pegatron. Setengah dari produksi iPhone di seluruh dunia dibuat di Zhengzhou, China.

Beberapa waktu lalu, CEO Apple, Tim Cook mengungkapkan proyeksi pendapatan perusahaan untuk kuartal mendatang pasti akan terganggu dengan adanya penundaan produksi. Tidak hanya itu, Apple juga menutup toko dan kantornya hingga 9 Februari.

Jumlah kasus bertambah

Jumlah orang yang meninggal dunia akibat virus korona di China bertambah 97 orang pada Minggu, 9 Februari 2020, menjadikan sedikitnya 910 orang kini telah menjadi korban jiwa akibat virus tersebut. Jumlah pasien meninggal dunia pada Minggu merupakan yang tertinggi dalam satu hari sejak penyakit itu mulai mewabah pada Desember tahun lalu.

Berdasarkan data Komisi Kesehatan China (NHC) total angka kematian di negara itu kini berada di angka 908 orang, dengan dua kematian lain terjadi di luar daratan China. NHC telah mengonfirmasi 40.171 kasus infeksi virus korona, sementara 187. 518 pasien berada dalam pengawasan medis.

Selama akhir pekan, jumlah kematian akibat virus korona melampaui epidemi SARS pada 2003 yang juga terjadi di China dan menewaskan 774 orang di seluruh dunia.

WHO pada hari Sabtu mengatakan jumlah kasus baru di China "stabil", tetapi memperingatkan masih terlalu dini untuk mengatakan apakah virus telah mencapai puncaknya.

(ABD)

Loading...

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini