Nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Dua Remaja Putri Temukan Aplikasi Teknologi Nano

Ahmad Luthfi, Jurnalis · Senin 10 Februari 2020 13:06 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2020 02 10 56 2166069 dua-remaja-putri-temukan-aplikasi-teknologi-nano-GrcZeFgjFU.jpg (Foto: Ist)

JAKARTA - Alicia Chan (15 tahun) dan Aileen Bachtiar (16 tahun) merupakan siswi kelas 11 Jakarta Intercultural School. Keduanya melakukan penelitian teknologi nano saat mengikuti sekolah musim panas di Columbia University dan University of Pennsylvania, Amerika Serikat pada Juli 2019 selama 21 hari.

Pada Sabtu (8/2) bertempat di @America, Mall Pacific Place Jakarta Selatan, mereka memaparkan tentang temuan teknologi nano yang dapat diterapkan di bidang properti dan pangan.

“Sejak kecil saya selalu tertarik dengan hal-hal yang berhubungan dengan sains, karena saya bisa mendapatkan hal-hal baru saat melakukan penelitian," ujar Alicia melalui keterangan resmi yang diterima Okezone.

Selama di Columbia University, ada satu penelitian yang menarik perhatian Alicia yaitu Superhydrophobicity, penilitian yang membuat sebuah benda memiliki permukaan anti-air.

Salah satu hasilnya adalah cairan spray Superhydrophobicity, apabila disemprotkan ke suatu benda maka benda tersebut akan memiliki tekstur nano seperti daun lotus.

Nama teknik ini adalah Biomimicry, di mana karakteristik organisme (lotus) ditiru untuk meningkatkan kehidupan sehari-hari. Aplikasi dari cairan spray Superhydrophobicity ini dapat diaplikasikan ke segala permukaan apapun sebagai anti bocor, salah satu contohnya atap rumah.

“Saya menggunakan konsep penelitian 'Self-assembling monolayer', sebuah permukaan bisa dibuat sangat anti-air sehingga setetes airnya bisa menggumpal ke bentuk bola dan berlari ke bawah dengan mudah, sama seperti permukaan teflon. Tujuan saya bereksperimen dengan konsep ini adalah saya dapat membantu masyarakat kurang mampu yang atap rumahnya bocor. Selain praktis dan efektif, teknologi ini bisa bertahan sangat lama,” jelas Alicia.

Sementara Aileen Bachtiar menemukan bentuk alternatif lain pengawet makanan yaitu Nanopartikel Perak untuk pembuatan minuman anggur. Aileen sejak lama tertarik dalam bidang makanan dan minuman.

Pada saat belajar tentang teknologi nano di University of Pennsylvania, Aileen kagum dengan potensi aplikasi teknologi nano di bidang makanan.

“Saya banyak melakukan riset dan akhirnya memulai penelitian fermentasi anggur. Sulfit yang saat ini banyak digunakan untuk pengawet anggur memiliki efek berbahaya dalam jangka panjang bagi kesehatan seperti hipotensi dan bronkospasme. Target penelitian saya adalah menemukan bentuk alternatif pengawet lain yang efektif sebagai pengganti sulfit, sehingga dapat mengurangi efek berbahaya bagi kesehatan. Nanopartikel Perak mempunyai properti anti-bakteri untuk membunuh kuman bahaya pada proses fermentasi anggur,” kata Aileen.

Solusi Nanopartikel Perak (yang dibuat dari ion perak) bisa diterapkan pada makanan atau minuman, seperti pada kemasan makanan yang dapat meningkatkan umur simpan makanan, pada obat (farmasi) yang dapat memungkinkan penyerapan obat oleh tubuh manusia menjadi lebih maksimal. Dari sebuah riset telah terbukti bahwa Nanopartikel Perak aman dikonsumsi.

Berdasarkan penelitian Alicia dan Aileen, teknologi nano bermanfaat bagi kehidupan karena kemampuannya untuk meningkat efektivitas dalam berbagai bidang. Penerapan teknologi ini akan memberikan nilai lebih bagi kehidupan manusia.

1
2
Loading...

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini