Uji Coba Aturan IMEI dengan Dua Mekanisme Pemblokiran

Pernita Hestin Untari, Jurnalis · Selasa 18 Februari 2020 15:40 WIB
https: img.okezone.com content 2020 02 18 207 2170350 uji-coba-aturan-imei-dengan-dua-mekanisme-pemblokiran-VM11IDkxL3.jpg Ilustrasi (Foto: Los Tiempos)

JAKARTA- Uji coba aturan IMEI (International Mobile Equipment Identity), dilakukan dengan menguji dua mekanisme pemblokiran, yakni black list dan white list. Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) menggandeng operator seluler untuk melakukan uji coba tersebut.

Uji coba mekanisme black list diwakili oleh operator XL Axiata, sedangkan ujicoba mekanisme white list dilakukan terhadap operator Telkomsel. Uji coba dilakukan pada 17-18 Februari 2020.

Kepala Biro Humas Kemkominfo RI, Ferdinandus Setu menjelaskan bahwa mekanisme white list memungkinkan ponsel yang tidak memiliki nomer IMEI ponsel yang legal tidak akan mendapatkan sinyal untuk menerima layanan telekomunikasi dari operator.

Sementara itu, mekanisme black list memungkinkan ponsel legal dan illegal mendapatkan sinyal.

“Setelah diidentifikasi oleh sistem maka ponsel ilegal (cloning, malformat IMEI) akan dinotifikasi untuk diblokir. Waktu untuk dilakukan blokir berbeda tergantung case-nya,” kata Ferdinandus.

Aturan IMEI akan diberlakukan pada 18 April 2020. Aturan itu berisi tentang pelarangan peredaran ponsel ilegal atau black market.

(amr)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini