Nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Ini Perbedaan SARS-CoV-2 dan COVID-19

Pernita Hestin Untari, Jurnalis · Jum'at 21 Februari 2020 10:26 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2020 02 21 56 2171925 ini-perbedaan-sars-cov-2-dan-covid-19-x8uGxtTplA.jpg Ilustrasi (Foto: FDA)

JAKARTA- Kelompok Studi Coronavirus (CSG) dari Komite Internasional untuk Taksonomi Virus (ICTV) telah memberikan nama resmi untuk virus korona baru yang tengah mewabah di China dan beberapa negara. Nama baru untuk virus tersebut yakni severe acute respiratory syndrome coronavirus 2 (SARS-CoV-2).

Dilansir dari laman Global Bio Defense, Jumat (21/2/2020) alasan CSG menamai virus korona menjadi SAR-CoV-2, lantaran variannya memiliki kesamaan dengan virus yang menyababkan wabah severe acute respiratory syndrom (SARS) pada 2002-2003.

Lalu apa bedanya dengan nama COVID-19 yang sebelumnya diberikan oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO)?

COVID-19 merupakan nama yang diberikan WHO untuk menjelaskan penyakit yang disebabkan oleh virus korona baru. Sementara itu, SARS-CoV-2 adalah virus korona yang mengakibatkan infeksi pernapasan COVID-19.

Penamaan virus dan penyakitnya memang biasanya berbeda, misalnya saja acquired immune deficiency syndrome (AIDS) merupakan nama penyakit yang disebabkan oleh virus human immunodeficiency virus (HIV).

Sebelumnya WHO mengungkapkan penamaan COVID-19 ditetapkan untuk mencegah stigmatisasi. WHO menyarankan agar tidak menggunakan nama tempat seperti Ebola dan Zika, di mana penyakit-penyakit itu pertama kali diidentifikasi. Nama-nama yang lebih umum seperti sindrom pernapasan Timur Tengah (MERS) atau "flu Spanyol" juga sekarang dihindari karena mereka dapat menstigmatisasi seluruh wilayah atau kelompok etnis.

Penyakit COVID-19 yang disebabkan virus korona baru SARS-CoV-2 pada manusia pertama kali terjadi pada akhir Desember 2019. di Kota Wuhan, Provinsi Hubei, China. Virus kemudian menyebar ke provinsi lain di China dan beberapa negara seperti Thailand (Bangkok), Jepang (Tokyo), Korea Selatan (Seoul), Hong Kong, Taiwan (Taoyuan) dan masih banyak lagi.

Korban meninggal hingga saat ini berjumlah 2.247 orang yang sebagian besar berada di Wuhan dan sekitarnya. Secara keselurahn ada 76.295 orang terinfeksi virus SARS-CoV-2 per 21 Februari 2020.

(amr)

Loading...

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini