Nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Armada Teknologi Modifikasi Cuaca Butuh Revitalisasi, Ini Alasannya

Pernita Hestin Untari, Jurnalis · Rabu 26 Februari 2020 14:58 WIB
https: img.okeinfo.net content 2020 02 26 56 2174418 armada-teknologi-modifikasi-cuaca-butuh-revitalisasi-ini-alasannya-rE0Jb4c2YR.jpg Ilustrasi (Foto: Ist)

JAKARTA - Kepala Balai Besar Teknologi Modifikasi Cuaca (BBTMC- BPPT), Tri Handoko Seto mengungkapkan armada TMC perlu direvitalisasi agar mampu beroperasi pada malam hari. Pasalnya awan kerap kali tumbuh masif pada malam hari dan terjadi hujan lebat pada malam hingga dini hari bahkan sampai pagi hari.

“Awan-awan seperti ini di luar jangkauan kemampuan armada TMC yang ada saat ini. Keterbatasan operasional tim TMC Jabodetabek selama ini hanya bisa melakukan penyemaian pada awan-awan yang tumbuh pada pagi hingga siang menjelang sore,” katanya.

Tidak hanya sampai di situ, pertimbangan keselamatan penerbangan juga menjadi prioritas utama, sehingga penyemaian awan hanya dilakukan pada saat kondisi visual yang memadai, yaitu rentang waktu setelah terbit matahari hingga menjelang terbenam matahari.

“Mudah-mudahan ke depan, kami berharap armada TMC direvitalisasi agar mampu beroperasi pada malam hari,” imbuh Tri.

Dari analisis dan pengamatan dalam beberapa hari terakhir, lanjut Seto, pertumbuhan awan pada siang hari tidak cukup banyak. Dari semula dua hingga tiga sorti penerbangan, kini TMC dioperasikan dengan melakukan penyemaian 1-2 sorties per hari saja.

Operasi Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC) yang dilakukan oleh BPPT bekerjasama dengan BNPB, TNI-AU dan BMKG dilaksanakan sejak 3 Januari. Hingga Senin 24 Februari 2020, pelaksanaan TMC telah dilakukan sebanyak 127 sorti dengan total jam terbang lebih dari 274 jam dan total bahan semai yang digunakan lebih dari 205 ton, dengan ketinggian penyemaian sekitar 9.000- 12.000 kaki.

Operasi TMC dilakukan untuk penanggulangan banjir di wilayah Jabodetabek dengan cara mempercepat penurunan hujan sebelum mencapai wilayah Jabodetabek. Teknologi Modifikasi Cuaca pada misi ini ditujukan untuk meredistribusi dan mengurangi potensi curah hujan di wilayah Jabodetabek.

Penerbangan penyemaian dilakukan pada awan-awan potensial hujan di wilayah Kepulauan Seribu, sepanjang Selat Sunda, Ujung Kulon dan sekitarnya.

(amr)

Loading...

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini