Nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Penggunaan Antibiotik yang Berlebihan Ancam Badak di Kenya

Agregasi VOA, Jurnalis · Rabu 26 Februari 2020 15:05 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2020 02 26 56 2174424 penggunaan-antibiotik-yang-berlebihan-ancam-badak-di-kenya-0U5X2eELbM.jpg (Foto: Afrik 21)

JAKARTA - Penggunaan antibiotik yang berlebihan bisa membahayakan badak di Kenya. Dikutip Voaindonesia, bahaya baru mengancam badak yang berada di taman nasional Kenya, yakni resistensi terhadap antibiotik.

Wartawan VOA Arash Arabasadi melaporkan penggunaan antibiotik yang berlebihan dapat mengakibatkan hewan-hewan tersebut kehilangan nyawa.

Seorang mahasiswa doktoral dari Maseno University, Collins Kebeni memaparkan, “Ketika hewan terancam punah, maka hewan itu dipantau seperti halnya manusia. Binatang langka itu tidak bisa dibiarkan sakit, dan jika sakit perlu dirawat. Jadi, obat apa yang digunakan pada hewan-hewan langka itu?”.

Obat yang digunakan ialah antibiotik. Namun saat ini, badak-badak itu menderita sebagai akibat penggunaan antibiotik yang berlebihan secara global. Antibiotik yang digunakan secara berlebihan itu berakibat pada meningkatnya resistensi terhadap obat-obatan yang terjadi pada manusia dan juga satwa liar.

Untuk menyelidiki tingkat resistensi, para ilmuwan harus meneliti lebih dalam melalui kotoran untuk kemudian diperiksa lebih lanjut di laboratorium.

Di laboratorium, para peneliti mengisolasi gen bakteri E. coli dan mempelajari resistensinya terhadap delapan jenis antibiotik yang paling umum dipergunakan.

“Tempat di mana penelitian itu dilakukan, tingkat sanitasi orang-orang yang tinggal di sana masih rendah. Jadi, kita lihat sebagian besar bakteri patogen yang resisten ini menyebar melalui pembuangan limbah tinja manusia, yang kemudian akan mengalir ke hilir, dan akan mencapai hewan yang terancam punah ini,” tambah Kebeni.

Badak rentan terhadap jenis-jenis bakteri tuberculosis tertentu. Resistensi terhadap antibiotik tersebut dapat mempersulit proses penyembuhan.

1
2
Loading...

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini