Nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Regulasi IMEI, Ini Bedanya Mekanisme White List dan Black List

Pernita Hestin Untari, Jurnalis · Jum'at 28 Februari 2020 15:30 WIB
https: img.okeinfo.net content 2020 02 28 207 2175624 regulasi-imei-ini-bedanya-mekanisme-white-list-dan-black-list-lGO74kWXza.jpeg Ilustrasi (Foto: Okezone)

JAKARTA - Pemerintah telah memilih mekanisme white list terkait regulasi IMEI. Aturan ini akan berlaku pada 18 April 2020 dan diharapkan mampu mencegah beredarnya ponsel ilegal di Indonesia.

Sebelumnya, pemerintah dan operator seluler telah menguji coba dua mekanisme pengendalian IMEI yakni black list dan white list.

Apa bedanya kedua mekanisme tersebut? Menurut Direktur Jenderal Sumber Daya Perangkat Pos dan Informatika (SDPPI) Kementerian Komunikasi dan Informatika, Ismail, mekanisme black list berlaku setelah ponsel dibeli oleh konsumen. Setelah terdeteksi oleh sistem bahwa ponsel tersebut ilegal, maka akan diblokir.

“Setelah ponsel dibeli dan dipakai nanti baru dianalisa apakah perangkat itu legal atau tidak legal. Nah kalau ilegal nanti diberi notifikasi baru diblokir. Itu black list. Jadi orang hidup dulu, pakai sehari dua hari baru diberikan notifikasi, kemudian diblokir,” kata Ismail di Jakarta, Jumat (28/2/2020).

Sementara itu mekanisme white list memungkinkan konsumen untuk menguji ponsel sebelum membeli. Jadi sebelum membeli ponsel konsumen perlu memastikan bahwa nomor IMEI ponsel yang dibeli legal atau terdaftar di website resmi Kementerian Perindustrian (Kemenperin).

“Kalau white list sejak awal ketika dihidupkan, saat orang memasukan SIM card langsung tidak dapat sinyal, jadi tercegah. Dengan sistem white list ini sifatnya preventif, kalau black list itu sifatnya korektif. Nah kita tadi memilih sepakat dengan teman-teman operator white list,” jelas Ismail.

(amr)

Loading...

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini