Share

Telur Berdiri Tegak saat Hari Tanpa Bayangan Cuma Mitos

Pernita Hestin Untari, Jurnalis · Rabu 04 Maret 2020 12:20 WIB
https: img.okezone.com content 2020 03 04 56 2177930 telur-berdiri-tegak-saat-hari-tanpa-bayangan-cuma-mitos-cMxMKRUBRs.jpg Ilustrasi (Foto: The Coverage)

JAKARTA- Mitos telur dapat berdiri tegak saat hari tanpa bayangan beredar luas di masyarakat. Kepala Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN) Thomas Djamaluddin menanggapi hal tersebut. Menurutnya mitos ini sebenarnya tidaklah akurat.

Thomas mengatakan tidak ada kaitannya mitos tersebut dengan hari tanpa bayangan.

“Secara ilmiah tidak ada dasarnya (antara telur berdiri dengan vernal equinox). Telur terlalu kecil untuk merespon gravitasi matahari," kata Thomas.

Ada beberapa faktor yang lebih akurat menjadi alasan telur dapat berdiri tegak, alih-alih karena hari tanpa bayangan. Menurut Thomas telur dapat berdiri tegak dapat dipengaruhi kondisi permukaan tempat meletakkan telur.

"Kalau menegakkan telur di permukaan yang licin, tidak mungkin berhasil," jelasnya.

Hari tanpa bayangan terjadi di Jakarta dan Serang pada hari ini (4/3/2020). Fenomena terjadi pada pukul 12.04 WIB dan 12.07 WIB pada masing-masing kota.

BMKG menyebutkan fenomena hari tanpa bayangan terjadi ketika Matahari tepat berada pada posisi paling tinggi di langit. Saat deklinasi Matahari dama dengan lintang pengamat. Fenomena ini disebut dengan Kulminasi utama.

Pada saat ini Matahari berada di atas kepada pengamat atau di titik zenit. Hal tersebut menyebabkan bayangan benda tegak akan terlihat menghilang, karena bertumpuk dengan benda itu sendiri, sehingga dinamakan hari tanpa bayangan.

Baca Juga: Sinergi KKP dan TNI AL Berantas Penyelundupan BBL Ilegal di Batam

(amr)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini