Ini Penjelasan Ilmiah Fenomena Tidur Ketindihan

Pernita Hestin Untari, Jurnalis · Kamis 12 Maret 2020 16:32 WIB
https: img.okezone.com content 2020 03 12 56 2182328 ini-penjelasan-ilmiah-fenomena-tidur-ketindihan-w2LiFkf7Oj.jpg Ilustrasi (Foto: Ist)

JAKARTA- Fenomena ketindihan saat tidur mungkin pernah Anda alami. Dalam kondisi tersebut Anda mungkin tidak bisa bergerak namun sadar. Banyak orang yang menghubungkan kondisi ini dengan hal mistis. Namun ternyata ada penjelasan ilmiahnya.

Mengutip dari buku 'Kisah 1001 Fakta Sains Tersuper di Dunia', keadaan tersebut ternyata memiliki nama ilmiah yakni sleep paralysis atau kelumpuhan tidur. Dalam kondisir ini, otak dan tubuh seseorang tidak singkon sehingga anggota tubuh tidak bisa digerakan.

Kondisi ketindihan kerap kali terjadi karena tubuh kelelahan atau kurang tidur. Sehingga otak terlalu cepat memasuki tahap REM dan mengalami mimpi. Padahal kondisi tubuh masih dalam tahapan tidur ringan atau lebih dalam. Untuk diketahui, manusia memiliki empat tahapan proses tidur, yakni tidur ringan, lebih dalam, dan paling dalam, serta REM (Rapid Eye Movement). Saat manusia dalam posisi REM, matanya bergerak sangat cepat.

Karena tahapannya tidak sama, otak mengalami kebingungan untuk mengendalikan tubuh yang sedang sibuk berada di tahapan tidur yang lain. Untuk itu, jika Anda tidak ingin mengalami ketindihan dianjurkan untuk tidur teratur dan menghindari kelelahan yang berat.

(amr)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini