Sabun Lebih Efektif Matikan Virus Korona Dibanding Alkohol

Pernita Hestin Untari, Jurnalis · Jum'at 13 Maret 2020 10:36 WIB
https: img.okezone.com content 2020 03 13 56 2182633 sabun-lebih-efektif-matikan-virus-korona-dibanding-alkohol-PeF5nK7ebb.jpg Ilustrasi Cuci Tangan (Foto: Elemental by Medium)

JAKARTA- Virus bisa hidup diluar tubuh manusia selama berjam-jam bahkan berhari-hari. Disinfektan cair, tisu, gel, dan krim yang mengandung alkohol bisa berguna untuk membunuh virus.

Meskipun demikian, Profesor Kimia di University of New South Wales, Sydney, Pall Thordarson mengungkapkan bahwa sabun lebih efektif mematikan virus daripada pembersih yang mengandung alkohol.

Menurut Thordarson sabun bekerja dengan baik untuk membunuh virus karena dapat melarutkan membran lemak pada virus. Setelah membran lemak mampu dimusnahkan, virus akan hancur dan mati.

"Sabun melarutkan membran lemak virus dan virus itu akan hancur berantakan," kata Thordarson, seperti dilansir dari laman The Guardian, Jumat (13/3/2020).

Untuk diketahui, virus terdiri dari tiga blok pembangun utama pertama asam ribonukleat (RNA), protein, dan lipid. Sel yang terinfeksi virus membuat banyak blok bangunan ini, yang kemudian secara spontan berkumpul sendiri untuk membentuk virus. Secara kritis, tidak ada ikatan kovalen yang kuat yang menyatukan unit-unit ini, yang berarti seseorang tidak perlu bahan kimia keras untuk memisahkan unit-unit tersebut.

Ketika sel yang terinfeksi mati, semua virus baru ini melarikan diri dan terus menginfeksi sel lain. Beberapa berakhir juga di saluran udara paru-paru.

Vaksin untuk virus korona (COVID-19) saat ini masih belum ada, namun beberapa otoritas kesehatan mengatakan bahwa mencuci tangan menjadi cara efektif untuk mencegah virus masuk ke tubuh manusia. Virus COVID-19 dapat menyebar dari manusia ke manusia melalui droplet, ini merupakan partikel kecil yang keluar saat seseorang bersin atau batuk.

Saat seseorang batuk, atau terutama saat bersin, droplet dari saluran udara dapat terbang hingga 10 meter. Untuk virus COVID-19 dapat menular hingga dua meter.

Tetesan kecil ini berakhir di permukaan dan sering mengering dengan cepat. Tetapi virus tetap aktif. Kulit manusia adalah permukaan yang ideal untuk virus. 

(amr)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini