5 Daftar Hoaks Terbaru Terkait Virus Corona

Pernita Hestin Untari, Jurnalis · Rabu 18 Maret 2020 11:13 WIB
https: img.okezone.com content 2020 03 18 207 2185112 5-daftar-hoaks-terbaru-terkait-virus-corona-Bvu6eGBspI.jpg Ilustrasi (Foto: Ist)

JAKARTA- Hoaks terkait virus corona (COVID-19) terus meningkat setiap harinya. Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) mengidentifikasi ada 242 hoaks terkait COVID-19 per 17 Maret 2020. Konten hoaks tersebar secara luas di media sosial, website dan platform pesan instan.

Menteri Kominfo, Johnny G Plate mengatakan bahwa akan menindak tegar penyebar isu hoaks terkait COVID-19. Pasalnya hoaks berpotensi membuat masyarakat panik dan takut dalam menghadapi bencana non alam ini. Berikut lima daftar hoaks terkait virus corona yang diidentifikasi Kominfo:

1. Presiden Jokowi Positif Virus Corona

Beberapa waktu lalu beredar tangkapan layar dari sebuah artikel berita media daring yang berjudul "Hasil Pemeriksaan Presiden Jokowi Positif Virus Corona". Faktanya hasil pemeriksaan Presiden Joko Widodo belum keluar. Penyebar hoaks telah mengganti judul berita di salah satu media online dengan judul "Hasil Pemeriksaan Presiden Jokowi Positif Virus Corona". Judul asli dari artikel tersebut adalah "Presiden Jokowi Jalani Tes Virus Corona Sore Ini".


2. Cristiano Ronaldo Ubah Hotel Pribadi Jadi Rumah Sakit Darurat Khusus Pasien Virus Corona

Di media sosial, beredar informasi bahwa Cristiano Ronaldo mengubah hotel pribadinya menjadi rumah sakit darurat khusus pasien COVID-19. Faktanya, informasi yang menyebutkan Cristiano Ronaldo mengubah hotel pribadinya menjadi rumah sakit darurat khusus pasien COVID-19 dibantah oleh lembaga di Lisbon, Portugal.

3. Berkumur Air Hangat dengan Garam dan Cuka Bisa Hilangkan Virus Corona

 Beredar kabar di media sosial bahwa berkumur dan minum air hangat yang dicampur dengan garam atau cuka dapat menghilangkan Virus Corona atau COVID-19.

Faktanya berkumur air hangat dengan campuran garam ataupun cuka telah lama digunakan sebagai cara menghilangkan gejala yang berhubungan dengan flu dan sakit tenggorokan. Namun belum ada bukti bahwa itu dapat membantu menangkal atau mengusir virus corona.

4. Warga DKI yang Diliburkan Berbondong-bondong ke Puncak

Telah beredar postingan di media sosial yang memuat tangkapan layar dari cuplikan video kemacetan yang disebut terjadi pada jalur menuju kawasan Puncak, Bogor. Dinarasikan bahwa warga DKI Jakarta diliburkan sementara untuk menghindari interaksi sosial agar dapat mengontrol persebaran Virus Corona, namun malah liburan bersama menuju tempat keramaian.

Setelah ditelusuri, ditemukan fakta bahwa informasi dalam postingan tersebut adalah tidak benar. Hal tersebut dibantah oleh Kasat Lantas Polres Bogor, AKP Muh Fadli Amri yang mengatakan bahwa video viral di media sosial itu adalah hoaks. Ia memastikan tak ada kepadatan arus lalu lintas menuju puncak pada hari Minggu, 15 Maret 2020

5. Bali Lockdown Akibat Virus Corona pada Tanggal 25 Maret 2020

Beberapa waktu lalu, beredar informasi di media sosial yang menyebutkan bahwa pada tanggal 25 Maret 2020 Bali akan di lockdown. Informasi tersebut juga menyebutkan bahwa Pemerintah Provinsi Bali sudah memutuskan menutup semua penerbangan domestik dan internasional dari dan ke Bali terkait COVID-19 tersebut.

Faktanya, informasi tersebut adalah keliru. Hal tersebut dibantah oleh Sekretaris Daerah Provinsi Bali, Dewa Made Indra yang memastikan bahwa informasi tersebut palsu alias hoaks. Beliau mengatakan bahwa terkait kegiatan pada tanggal 25 Maret 2020 memang akan ada penutupan Bandara dan semua aktivitas di Bali karena kaitannya dengan hari raya Nyepi.

(amr)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini