Nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Upaya Perusahaan Teknologi Indonesia Perangi COVID-19

Pernita Hestin Untari, Jurnalis · Senin 23 Maret 2020 17:07 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2020 03 23 207 2187819 upaya-perusahaan-teknologi-indonesia-perangi-covid-19-k7rggOtzzt.jpeg Konferensi Pers Menkominfo dan Perusahaan Teknologi Indonesia (Foto: Kominfo)

JAKARTA - Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo), Johnny G. Plate mengapresiasi dukungan industri digital dalam membantu pemerintah mengatasi pandemi virus corona (COVID-19).

"Kita ingin sampaikan dalam konferensi pers ini tentang bagaimana industri digital membantu Pemerintah mengatasi permasalahan-permasalahan pandemi COVID-19. Kementerian Kominfo mengajak kita semua untuk bersatu dalam menghadapi situasi pandemi COVID-19 di Indonesia, karena peran setiap orang penting untuk mencegah penyebaran virus yang lebih luas," ujar Menteri Johnny dalam Konferensi Pers Online di Jakarta, Senin (23/3/2020).

Chief of Public Policy and Goverment Relation Gojek, Sintho Nugroho mengatakan bahwa pihaknya siap mendukung aktivitas pelanggan di tengah kebijakan social distancing.

"Gojek telah merilis fitur Gofood contactless delivery, bagi pelanggan yang memesan makan bisa memilih sendiri, apakah ingin melakukan contactless delivery, ini artinya makanan bisa ditaruh di pagar atau dititipkan ke resepsionis," kata Sintho.

Lebih lanjut ia juga mengimbau untuk seluruh pengguna untuk melakukan pembayaran dengan uang digital melalui Gopay. Hal tersebut untuk menghindari kontak langsung. Uang sendiri bisa menjadi sarana penyebaran.

"Kami juga menyediakan hand santizier dan penyemprotan disinfektan untuk kendaraan roda empat dan roda dua mitra kami," imbuh Sintho.

Senada dengan Gojek, Head of Public Affairs Grab Indonesia, Tri Sukma Anreianno mengatakan bahwa pihaknya juga menerapkan pengiriman tanpa kontak fisik (contactless delivery) agar pengguna merasa aman dalam menerima makanan atau barang.

"Kami juga menganjurkan untuk penggunaan dengan uang digital. Kami juga telah membagikan masker dan penutup kepala, serta hand sanitizer untuk mitra Grab kami," kata dia.

CEO Halodoc, Jonathan Sudharta juga mengungkapkan bahwa pihaknya turut melawan COVID-19, bersama dengan 20 ribu lebih dokter pada platform-nya serta bermitra dengan Kementerian Kesehatan dan Gojek.

"Di platform Halodoc, dokter dengan mudah memberikan rekomendasi kepada pengguna. Dokter juga dapat memberikan resep yang langsung diantar oleh mitra Gojek. Manakala dibutuhkan penanganan lebih lanjut, rekan dokter di halodoc juga akan memberikan rekomendasi ke laboratorium atau Rumah Sakit yang ditunjuk oleh Kementerian Kesehatan," kata Jonathan.

Dalam mendukung kegiatan belajar dan mengajar dari rumah, CPO/Co Founder Ruangguru, Iman Usman mengatakan pihaknya telah meluncurkan sekolah online ruangguru sebagai alternatif belajar bagi para siswa kelas 1 hingga 12 SMA dan SMK pada minggu lalu.

"Untuk para guru, kami juga memberikan pelayanan secara gratis untuk program pelatihan guru berbasis digital, agar guru dapat meningkatkan kompetisinya," ungkap Iman.

Lebih lanjut, dari sisi e-commerce, CEO Bukalapak, Rachmat Kaimuddin mengatakan pihaknya berkomitmen untuk mendukung sistem social distancing dalam rangka memutus rantai penyebaran COVID-19. 

"Kami juga akan selalu memastikan ketersediaan barang dan harganya juga masih dalam batas wajar. Kami juga melakukan monitoring dan kampanye sahabat sehat, penyebaran informasi dan edukasi untuk meng-handle bisnis dalam pandemi untuk UMKM mitra," kata Racmat.

Di sisi lain, Co-founder and Vice-Chairman Tokopedia Leontinus A. Edison menyampaikan bahwa pihaknya berkomitmen untuk menghadapi COVID-19.

"Sejak 16 Maret 2020, kami sudah work from home. Akan tetapi tetap full kapasitas dan logistik sudah terus berkoordinasi dengan kami. Kurir pengantar juga menggunakan masker dan mencuci tangan dengan hand sanitizer," kata dia.

Selain itu pihaknya juga menindaktegas bagi para penjual yang menaikan harga dagangannya di atas batas wajar.

"Kami akan blokir bagi akun yang menaikan harga dibatas wajar. Misal masih lolos, ada juga fitur melaporkan. Kami selalu mereview semua yang masuk. Selanjutnya adalah donasi 1 miliar untuk pengadaaan Alat Pelindung Diri (APD) untuk tenaga medis," ungkap dia.

(amr)

Loading...

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini