Nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Penjualan Iklan di Facebook Turun saat Pandemi COVID-19

Pernita Hestin Untari, Jurnalis · Kamis 26 Maret 2020 10:32 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2020 03 26 207 2189146 penjualan-iklan-di-facebook-turun-saat-pandemi-covid-19-PSx5gvqvi2.jpeg Ilustrasi (Foto: Ist)

JAKARTA- Pendapat Facebook lewat iklan tampaknya telah turun ditengah pandemi virus corona (COVID-19). Padahal iklan telah menyumbang hampir seluruh pendapatan raksasa teknologi tersebut.

"Kami tidak memonetisasi banyak layanan di mana kami melihat peningkatan keterlibatan, dan kami telah melihat melemahnya bisnis iklan kami di negara-negara yang mengambil tindakan agresif untuk mengurangi penyebaran COVID-19," kata Facebook, seperti dilansir dari laman CDR Info, Kamis (26/3/2020).

Meskipun demikian, jumlah penggunaan harian terus meningkat ditengah pandemi. Facebook menambahkan bahwa pesan di seluruh platformnya telah meningkat lebih dari 50% dibandingkan bulan lalu di banyak negara yang terkena dampak terburuk dari pandemi COVID-19. Di Italia secara khusus, pengguna telah menghabiskan 70% lebih banyak waktu di Facebook.

Twitter sebelumnya juga telah melaporkan peningkatan pengguna aktif tetapi perusahaan menarik prospek pendapatan kuartal pertama dan meramalkan kerugian operasi karena pandemi. Banyak pengiklan telah menarik anggaran pemasaran untuk mengendalikan biaya karena ketidakpastian terkait virus.

Google dan perusahaan periklanan digital lainnya juga melihat pertumbuhan pendapatan melambat karena pemasar memangkas pengeluaran. Meskipun jutaan orang tinggal di rumah dan menghabiskan lebih banyak waktu di media sosial, streaming video, dan layanan online lainnya, permintaan untuk ruang iklan yang dibuat lemah, sehingga harga turun.

Seperti halnya, Facebook yang memberikan kebijakan larangan terhadapaf iklan yang memanfaatkan situasi virus corona, seperti penjualan vaksin dan masker. Selain itu,

Facebook membantu memerangi disinformasi virus korona dengan cara memberikan iklan gratis tanpa batas untuk World Health Organization (WHO).

(amr)

Loading...

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini