Nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Virus Corona Pengaruhi Dunia Astronomi dan Antariksa

Kamis 26 Maret 2020 13:16 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2020 03 26 56 2189260 virus-corona-pengaruhi-dunia-astronomi-dan-antariksa-gydYCzrgV2.jpeg Ilustrasi (Foto: Ist)

JAKARTA- Kebijakan lockdown dan isolasi virus corona (COVID-19) telah mempengaruhi semua lapisan masyarakat, termasuk dunia astronomi dan penerbangan luar angkasa. Seperti diberitakan sebelumnya, Badan Penerbangan dan Antariksa Amerika Serikat (NASA) juga harus menunda misi ke Bulan pada 2024.

Mereka harus menunda pengembangan roket hingga waktu yang belum ditentukan. Beberapa astronom pun berbagi bagaimana mereka menghadapi dampak dari pandemi virus corona (COVID-19), seperti dilansir dari laman Sky at Night Magazine, Kamis (26/3/2020).

 1. Royal Astronomical Society

Menurut Wakil Direktur Eksekutif Royal Astronomical Society (RAS), Dr Robert Massey, ditengah pandemi COVID-19 seluruh staf RAS harus bekerja dari rumah. Mereka juga harus membatalkan pertemuan, acara, dan kuliah umum hingga pemberitahuan lebih lanjut..

Ia menambahkan bahwa teknologi telah berperan banyak untuk membantu pekerjaan para staf, seperti WhatsApp, Zoom, Skype dan Slack.

"Kami berencana untuk menjalankan kuliah umum online dan menawarkan kelas online untuk anak sekolah yang sekarang terjebak di rumah. Kami juga akan melanjutkan podcast RAS Supermassive yang mencakup semua hal dalam astronomi dan geofisika selama tahun kedua puluh satu - dan memandang langit malam adalah sesuatu yang bisa kita semua lakukan tanpa harus terlalu dekat dengan orang lain," kata Massey.

2. NASA

Administrator NASA, Jim Bridenstine mengatakan bahwa seluruh stafnya telah menerapkan bekerja dari rumah dengan bantuan teknologi. Sayangnya, pandemi COVID-19 telah berpengaruh besar pada pekerjaan NASA. Beberapa pekerjaan harus ditunda dan fokus pada kesehatan seluruh staf. Beberapa fasilitas NASA juga sudsh mulai ditutup, bahkan beberapa staf harus mengisolasi diri lantaran ada staf NASA yang terkena COVID-19.

"Untuk melindungi kesehatan dan keselamatan tenaga kerja NASA. Pemimpin baru-baru ini menyelesaikan penilaian pertama pekerjaan yang sedang berlangsung di semua misi, proyek, dan program. Tujuannya adalah untuk mengidentifikasi tugas-tugas yang dapat dilakukan dari jarak jauh oleh karyawan di rumah, pekerjaan penting misi yang harus dilakukan di tempat, dan pekerjaan di tempat yang akan dijeda," kata pihak NASA.

Misi NASA Mars 2020 tetap menjadi prioritas tinggi dan peluncuran serta persiapan misi lainnya akan berlanjut dalam waktu yang masih belum ditentukan. Banyak pekerjaan yang dilakukan oleh karyawan dan kontraktor yang bekerja jarak jauh di seluruh agen.

Pusat Penelitian Ames NASA menjaga sumber daya superkomputasi agensi ini online, serta Pusat Operasi Keamanan TI NASA dan operasi pesawat ruang angkasa dalam penerbangan.

Semua pekerjaan yang terkait dengan mendukung operasi Stasiun Luar Angkasa Internasional terus berlanjut. Pelatihan astronot berlanjut, begitu pula persiapan peluncuran astronot NASA 9 April Chris Cassidy dan dua kosmonot Rusia.

3. European Southern Observator

Di Chili, tempat observatorium ESO dan kantornya di Santiago berlokasi, organisasi ini menangguhkan semua kunjungan publik ke La Silla dan Observatorium Paranal ESO sampai pemberitahuan lebih lanjut.

Kegiatan publik di kantor Vitacura-Santiago juga dibatalkan selama bulan Maret, termasuk Hari Open House yang direncanakan. Setelah pembatalan kunjungan publik dan kegiatan, dan pembatasan dalam perjalanan tugas, situs pengamatan ESO beralih ke mode operasi terbatas, mengurangi jumlah staf di lokasi sambil mempertahankan operasi sains dasar.

(amr)

Loading...

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini