Nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Tampilan VR 360 Perlihatkan Paru-Paru Pasien COVID-19

Pernita Hestin Untari, Jurnalis · Kamis 26 Maret 2020 13:25 WIB
https: img.okeinfo.net content 2020 03 26 56 2189264 tampilan-vr-360-perlihatkan-paru-paru-pasien-covid-19-YnOvGVluA3.jpeg Ilustrasi (Foto: Ist)

 JAKARTA- Ilmuwan dan Kepala Bedah Thoracic di Rumah Sakit Universitas George Washington, Keith Mortman berhasil memindai gambar paru-paru PASIEN COVID-19 dengan teknologi Virtual Reality (VR). Ia menggunakan teknologi CAT (Computer Aided Tomography) untuk memindai gambar tersebut.

Dilansir dari laman ABC 6, Kamis (26/3/2020) teknologi VR tersebut berhasil memperlihatkan gambar kondisi paru-paru pasien positif COVID-19 hingga 360 derajat. Seperti diketahui, virus SARS-CoV-2 yang menyebabkan COVID-19 bisa menyerang paru-paru pasien dan merusak sistem pernapasan.

Dalam gambar VR tersebut terlihat kerusakan yang disebabkan oleh virus. Gambar didominasi dengan warna biru dan kuning. Untuk warna biru merupakan bagian paru-paru yang masih normal. Sementara itu untuk warna kuning merupakan bagian paru-paru yang terinfeksi virus corona SARS-CoV-2. Kerusakan terlihat hampir menyeluruh di dua bagian paru-paru. Menurut Mortman kerusakan berbeda dengan penyakit pneumonia yang juga menyerang pernapasan manusia.

 

"Itu sebabnya terlalu banyak dari pasien COVID-19 yang mengalami kesulitan bernafas atau sesak napas. gejala yang bisa datang dengan sangat cepat ke titik di mana beberapa pasien ini memerlukan masuk rumah sakit, memakai tabung pernapasan, atau memakai ventilator," jelas Mortman.

Dengan gambar-gambar tersebut, Mortman ingin mengingatkan bahwa kerusakan paru-paru akibat infeksi COVID-19 memang benar adanya dan tidak bisa dianggap remeh.

"Ini benar-benar untuk mendidik mereka. Jadi bagi orang-orang di luar sana yang masih tidak mengindahkan peringatan, tidak tinggal di rumah, tidak mengambil tindakan pencegahan, tidak mencuci tangan. Saya benar-benar ingin mereka dapat melihat ini dan memahami kerusakan yang sedang terjadi dilakukan untuk paru-paru dan tingkat keparahan penyakit yang menyebabkan ini. Dan mengapa sangat penting bahwa kita semua mengambil tindakan pencegahan ini, "katanya.

Ia juga berharap teknologi tersebut dapat memberikan bantuan kepada dokter dan pasien dengan perspektif baru tentang COVID-19.

(amr)

Loading...

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini