Nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Kemenristek Libatkan Universitas dan Ahli Ciptakan Vaksin COVID-19

Pernita Hestin Untari, Jurnalis · Kamis 26 Maret 2020 14:34 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2020 03 26 56 2189323 kemenristek-libatkan-universitas-dan-ahli-ciptakan-vaksin-covid-19-V2TvC4zyll.jpeg Ilustrasi (Foto: Ist)

JAKARTA- Kementerian Riset dan Teknologi / Badan Riset dan Inovasi Nasional (Kemenristek BRIN) sedang mengembangkan vaksin virus corona (COVID-19). Menteri Riset dan Teknologi (Menristek)/Kepala BRIN, Bambang Bojonegoro mengungkapkan bahwa pihaknya turut menggandeng universitas untuk upaya pencegahan COVID-19.

Beberapa universitas di antaranya Institut Teknologi Bandung (ITB), Universitas Indonesia (UI), Universitas Airlangga (UNAIR), dan Universitas Gajah Mada (UGM).

"Kami ingin menyampaikan kepada publik bahwa di lingkungan Kemenristek sudah terbentuk tim untuk fokus COVID-19. Konsorsium ini terdiri dari LPMK di bawah lingkungan Kemenristek BRIN, serta perguruan tinggi yang hadir dan terlibat di dalam tim konsorsium yakni ITB, UI, UNAIR, dan UGM," kata Bambang dalam konferensi pers online di Jakarta, Kamis (26/3/2020).

Dia menambahkan bahwa tujuannya untuk memberikan dukungan penuh kepada Gugus Tugas COVID-19 dan Kementerian Kesehatan, terutama di pemeriksaan atau uji sampel.

"Eijkman sudah penuh mendukung di litbangkes terkait pengujian sampel, tentunya tahap ini penting. Lebih lanjut akan dikembangkan untuk vaksin ketika ingin tuntas menangani COVID-19," imbuh Bambang.

Ia menambahkan dalam jangka pendek, konsorsium akan mencoba melakukan review mengenai bahan makanan atau bahan lain untuk meningkatkan daya tahan tubuh manusia, atau meningkatkan imunitas.

"Sudah ada beberapa yang dikaji secara mendalam dan salah satu yang nanti yang kami sampaikan, analisa buah jambu biji yang merupakan bahan terbaik untuk meningkatkan daya tahan tubuh," jelas Bambang.

Hal lain yang dilakukan terkait penanganan COVID-19, konsorsium akan mengembangkan atau melakukan kaji terap terhadap APD (Alat Pelindung Diri), dari masker maupun pakaian.

"Lalu ada juga akan mengembangkan prototipe dari disinfektan chamber, ada prototipe ITB mungkin dilengkapi dengan NanoOzone oleh LIPI dan diharapkan bisa diproduksi lebih besar," imbuh Bambang.

Terakhir, lanjut Bambang yang paling penting adalah seakurat mungkin segera membuat dan menemukan vaksin yang cocok.

"Meskipun di luar negeri sudah ada vaksin, tapi di Indonesia harus bisa membuat vaksin juga yang dibutuhkan untuk seluruh penduduk Indonesia. Kemampuan mandiri vaksin itu harus diperlukan dan kami siap untuk membuat baksin, baik di Eijkman maupun di LIPI Cibinong," jelas Bambang.

(amr)

Loading...

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini