Nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Physical Distancing, Pemerintah Akan Peringatkan Kerumunan Orang dengan SMS Blast

Pernita Hestin Untari, Jurnalis · Jum'at 27 Maret 2020 14:56 WIB
https: img.okeinfo.net content 2020 03 27 207 2189923 physical-distancing-pemerintah-akan-peringatkan-kerumunan-orang-dengan-sms-blast-1yDvNpw3es.jpeg Menteri Komunikasi dan Informatika, Johnny G Plate (Foto: Kominfo)

JAKARTA - Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo), Johnny G Plate mengungkapkan pemerintah akan memonitor orang-orang yang berkumpul di tengah pandemi virus corona (COVID-19). Monitoring dilakukan dengan data pergerakan smartphone berdasarkan Base Transceiver Station (BTS). Nantinya, mereka akan dikirim peringatan melalui SMS Blast.

Seperti diketahui di tengah pandemi ini, Pemerintah telah mengimbau masyarakat untuk menjauhi kerumunan dan menerapkan physical distancing.

"Untuk itu dalam menghadapi status keadaan tertentu darurat bencana wabah penyakit akibat virus corona. Saya mengajak masyarakat untuk mematuhi semua arahan Pemerintah, protokol-protokol yang diterbitkan oleh pemerintah dan semua perkembangan dan petunjuk yang dilakukan melalui sarana telekomunikasi," kata Johnny dalam konferensi pers online di Jakarta.

Sebelumnya Johnny mengatakan bahwa Kominfo, Kementerian Kesehatan , Kementerian Badan Usaha Milik Negara, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), dan Operator Telekomunikasi telah berkoordinasi secara terpadu dalam upaya surveilans berupa tracing (penelusuran), tracking (pelacakan) dan fencing COVID-19.

Hal tersebut tertuang dalam Keputusan Menteri Kominfo Nomor 159 Tahun 2020 tentang upaya penanganan COVID-19 melalui dukungan pos dan informatika.

"Penyelenggaraan tracing, tracking dan fencing melalui infrastruktur, sistem dan aplikasi telekomunikasi ini untuk mendukung surveilans kesehatan, yang dilakukan sesuai dengan regulasi bidang kesehatan, kebencanaan, telekomunikasi, informatika, dan bidang terkait lainnya," kata Johnny.

Johnny menambahkan penyelenggaraan surveilans terkait COVID-19 meliputi pengumpulan data, pengolahan data, analisis data, dan diseminasi sebagai suatu kesatuan yang tidak terpisahkan untuk menghasilkan informasi yang objektif, terukur, dapat diperbandingkan antar waktu, antar wilayah, dan antar kelompok masyarakat sebagai bahan pengambilan keputusan.

Berdasarkan informasi terbaru per 26 Maret 2020, jumlah kasus COVID-19 di Indonesia mencapai angka 893 positif, 78 meninggal dunia, dan 35 dinyatakan sembuh.

(amr)

Loading...

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini