Teknologi Exoskeleton Bantu Manusia Berlari Lebih Cepat

Sindonews, Jurnalis · Jum'at 27 Maret 2020 17:30 WIB
https: img.okezone.com content 2020 03 27 56 2190042 teknologi-exoskeleton-bantu-manusia-berlari-lebih-cepat-BIHPIWUXuU.jpg (Foto: Scientific American)

JAKARTA - Para insinyur di Universitas Stanford mempelajari perangkat yang dapat dipasangkan pada kaki untuk memudahkan berlari. Para insinyur melakukan eksperimen dengan sistem bertenaga motor yang disebut exoskeleton emulator, dikutip Sindonews.

Terdapat dua mode bantuan berjalan yang berbeda yakni bertenaga motor dan berbasis pegas.

"Ketika orang berlari, kaki mereka berperilaku seperti pegas, jadi kami sangat terkejut bahwa bantuan seperti pegas tidak efektif," kata Steve Collins, profesor teknik mesin Universitas Stanford, dikutip dari Techxplore.

Collins mengungkapkan, semua orang memiliki intuisi tentang bagaimana cara berlari atau berjalan. Bahkan para ilmuwan terkemuka masih menemukan bagaimana tubuh manusia memungkinkan bergerak secara efisien. Itulah sebabnya percobaan seperti ini sangat penting.

Jika desain masa depan dapat mengurangi beban energi untuk menggunakan exoskeleton, pelari mungkin mendapatkan manfaat kecil dari bantuan seperti pegas di pergelangan kaki. Ini diharapkan lebih murah daripada alternatif bertenaga motor.

Bingkai emulator exoskeleton pergelangan kaki diikat di tulang kering pengguna. Ini menempel pada sepatu dengan tali dililitkan di bawah tumit dan batang serat karbon dimasukkan ke sol, dekat jari kaki.

Motor yang terletak di belakang treadmill akan menghasilkan dua mode bantuan. Namun exoskeleton berbasis pegas belum tentu menggunakan motor pada produk akhirnya.

Seperti namanya, mode seperti pegas meniru pengaruh pegas yang berjalan sejajar dengan betis. Itu menyimpan energi selama awal langkah dan mengeluarkan energi itu saat jari-jari kaki lepas.

Dalam mode bertenaga, motor menarik kabel yang berjalan melalui bagian belakang rangka dari tumit ke betis. Aksi ini mirip dengan kabel rem sepeda yang menarik ke atas selama ujung kaki membantu memperpanjang pergelangan kaki pada langkah akhir berjalan.

“Bantuan bertenaga melepaskan banyak energi dari otot betis. Itu sangat kenyal dan sangat melenting dibandingkan dengan berlari normal,” kata Delaney Miller, mahasiswa pascasarjana di Stanford yang bekerja pada exoskeletons.

Dia berbicara dari pengalaman yang terasa sangat baik. Ketika perangkat memberikan bantuan, orang akan merasa seperti bisa berlari selamanya.

Penghematan energi yang diamati oleh para peneliti menunjukkan bahwa pelari yang menggunakan exoskeleton bertenaga dapat meningkatkan kecepatan mereka sebanyak 10%. Angka itu bisa lebih tinggi jika pelari memiliki waktu tambahan untuk pelatihan dan optimalisasi.

(ahl)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini