Mantan Astronot NASA Ungkap Corona Lebih Menakutkan Ketimbang Misi Luar Angkasa

Pernita Hestin Untari, Jurnalis · Senin 06 April 2020 13:14 WIB
https: img.okeinfo.net content 2020 04 06 56 2194823 mantan-astronot-nasa-ungkap-corona-lebih-menakutkan-ketimbang-misi-luar-angkasa-fwafzfnOCy.jpg Ilustrasi (Foto: Ist)

JAKARTA-Mantan Astronot Badan Antariksa dan Penerbangan Amerika Serikat (NASA) yang kini bekerja sebagai dokter mengungkapkan bahwa virus corona lebih menakutkan dari luar angkasa. Ia pernah menaklukkan pesawat ulang-alik NASA yang melaju dengan kecepatan 18.000 mph melalui atmosfer pada 1985.

Pria berusia 74 tahun tersebut mengatakan bahwa dia lebih takut untuk berangkat bekerja (sebagai dokter), daripada saat berada di peswat ulang-alim NASA.

"Saya benar-benar lebih khawatir pergi bekerja besok pagi daripada ketika saya terbang dengan pesawat ulang-alik," tulis Fisher di akun Twitternya.

Pada tahun 2003, tujuh astronot pesawat ulang-alik tewas ketika kembali ke Bumi. Secara total, Fisher menulis bahwa ia memiliki peluang 1,5 persen untuk meninggal dalam pesawat ulang-alik, yang menerbangkan 135 misi selama 30 tahun.

Meskipun demikian risiko akibat penyebaran virus corona jauh lebih tinggi. Seperti diketahui, virus corona SARS-CoV-2 yang menyebabkan penyakit pernapasan COVID-19 cepat menyebar. Bahkan hingga saat ini sudah mencapai lebih dari 1 juta kasus di seluruh dunia.

Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) sekitar satu dari lima orang yang terinfeksi perlu dirawat di rumah sakit. Secara keseluruhan, COVID-19 tentu lebih mematikan daripada flu. Setiap tahun, flu membunuh sekitar 0,1 persen dari mereka yang terinfeksi.

Sementara itu, sebuah studi baru yang dirilis pada 30 Maret dalam jurnal The Lancet Infectious Diseases menemukan bahwa tingkat kematian secara keseluruhan dari COVID-19 adalah 0,66 persen, menjadikannya enam kali lebih mematikan daripada flu. Selain itu, seperti yang dicatat oleh Fisher, dia termasuk dalam kelompok usia yang lebih tua.

Sebuah laporan Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat (CDC) baru-baru ini menemukan bahwa tingkat kematian akibat COVID-19 adalah antara 3 hingga 11 persen pada orang Amerika berusia 65 hingga 84 tahun. Tiga persen adalah 30 kali lebih mematikan daripada flu. Untuk diketahui, kematian karena flu di AS didominasi oleh lansia, dengan 70 hingga 85 persen kematian terjadi pada orang berusia 65 tahun ke atas.

"Tingkat kematian untuk orang berusia 70-79 di Italia adalah 12,8%. Di Cina terdaftar di 8%. Saat ini di AS kita berada di suatu tempat antara 4-5%. Tentu saja, tidak ada yang benar-benar tahu. Apa pun itu, ini bukan angka sepele," tulis Fisher.

(amr)

Loading...

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini