Nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Ini Alasan WhatsApp Batasi Jumlah Pesan Forward

Pernita Hestin Untari, Jurnalis · Rabu 08 April 2020 14:23 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2020 04 08 207 2196092 ini-alasan-whatsapp-batasi-jumlah-pesan-forward-x5N16Ub968.jpeg Ilustrasi (Foto: Ist)

JAKARTA- Pesan hoaks terkait virus corona (COVID-19) terus beredar luas di masyarakat. Banyak hoaks viral yang menawarkan obat palsu COVID-19 hingga pernyataan palsu dari tokoh politik.

Dilansir dari laman The Sun, Rabu (8/4/2020) selain beredar di media sosial seperti Facebook, Twitter, dan Instagram. Pesan hoaks menyebar seperti api di platform WhatsApp. Hal ini karena pesan WhatsApp dienkripsi ujung ke ujung, artinya hanya pengirim dan penerima yang dapat melihatnya. WhatsApp sendiri tidak mengikuti aliran pesan di seluruh platformnya. Sehingga pesan hoaks tidak bisa dihapus satu persatu di Whatsapp.

Oleh karena itu WhatsApp mengimbau penggunanya untuk kritis mengenali pesan hoaks di Whatsapp. Bahkan perusahaan juga telah memperbarui fitur pesan forward atau pesan diteruskan untuk mengenali hoaks. Pesan yang sering diteruskan (pesan broadcast) akan ditandai dan WhatsApp memberi tahu pengguna bahwa pesan yang dikirimkan merupakan pesan yang telah banyak diteruskan. Fitur ini sudah dirilis lama sebelum pandemi COVID-19.

Untuk informasi, ketika pesan diteruskan dari satu pengguna ke pengguna lain lebih dari lima kali, pesan ini akan ditandai dengan ikon ‘panah ganda’ untuk menunjukan bahwa pesan tergolong ‘Banyak Diteruskan’ (Highly Forwarded), dan mungkin berpotensi mengandung hoaks.

Meskipun demikian bukan semua pesan broadcast adalah hoaks. Pengguna juga harus teliti untuk mengecek sumber resmi. Biasanya pesan broadcast yang tidak memiliki sumber resmi adalah hoaks. Pada Januari 2019, WhatsApp mulai memberlakukan pembatasan pesan forward. Lengkapnya pengguna hanya dapat melakukan pesan forward ke lima kontak lainnya untuk mencegah beredarnya hoaks yang menyesatkan.

Selain itu WhatsApp juga menambahkan fitur pelaporan agar pengguna dapat secara aktif untuk melaporkan pesan hoaks di Whatsapp. Caranya dengan mengunjungi ‘Pengaturan/Setelah > Bantuan > Hubungi Kami.’

Selain itu, WhatsApp juga menyediakan chatbot resmi agar pengguna dapat mengakses informasi resmi tentang COVID-19. Di Indonesia sendiri pengguna bisa mengakses chatbot COVI19.GO.ID, dimana pengguna bisa mendapatkan informasi seperti gejala penyakit dan rumah sakit rujukan virus corona di Indonesia. Caranya pengguna bisa mengakses nomer 081133399000.

(amr)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini