Satelit Nusantara Dua Gagal Mengorbit, Kominfo Pastikan Layanan Broadcast Berjalan

Pernita Hestin Untari, Jurnalis · Sabtu 11 April 2020 11:25 WIB
https: img.okezone.com content 2020 04 11 56 2197542 satelit-nusantara-dua-gagal-mengorbit-kominfo-pastikan-layanan-broadcast-berjalan-MqwWaIpji1.jpeg Menteri Komunikasi dan Informatika, Johnny G Plate (Foto: Kominfo)

JAKARTA- Satelit Nusantara Dua gagal mencapai orbit pada 9 April 2020 di Xinchiang, China. Meskipun demikian, Menteri Komunikasi dan Informatika, Johnny G Plate mengungkapkan layanan broadcast tidak akan terganggu.

"Kominfo memastikan layanan televisi dan radio yang selama ini dilakukan satelit Palapa D akan tetap berjalan layanannya untuk seluruh masyarakat Indonesia," kata Johnny dalam konferensi pers online, Jumat.

Untuk diketahui, satelit Nusantara Dua rencananya akan menggantikan satelit Palapa D pada orbit 113 Bujur Timur yang operasinya akan selesai selambat-lambatnya pada Juli tahun ini. Satelit Palapa D melayani 23 televisi dan 8 radio nasional. Johnny menambahkan pihaknya akan terus berkoordinasi dengan Indosat Ooredoo dan PT Pasifik Satelit Nusantara (PSN) untuk menyelesaikan masalah tersebut dan memastikan layanan televisi dan radio tidak terganggu.

"Kami telah melakukan pembicaraan ke Indosat dan mitra (PSN) akan diambil berbagai kebijakan untuk memastikan tidak terjadi interupsi pelayanan kepada perusahaan-perusahaan atau lembaga penyiaran. Satelit Palapa D sudah melayani stasiun televisi. Jaminan dan usaha untuk menggantikan Palapa D yang akan berhenti beroperasi, perusahaan Indosat dan PSN akan mengambil langkah strategis agar pelayanan terjaga dengan baik," jelas Johnny.

Johnny menambahkan Kominfo akan meminta International Telecommunication Union (ITU) supaya Indonesia tetap bisa menggunakan slot orbit 113 Bujur Timur.

Satelit Nusantara Dua yang diluncurkan dengan roket Long March 3B gagal mencapai orbit dari Pusat Peluncuran Satelit Xinchang China, pada pukul 19.45 WIB, Kamis (9/4/2020).

Direktur Utama Pasifik Satelit Nusantara (PSN), Adi Rahman Adiwoso menjelaskan kronologi gagalnya satelit Nusantara Dua mencapai orbit. Ia menjelaskan bahwa pada fase pertama dan kedua peluncuran beroperasi dengan normal.

"Stage ketiga itu memiliki dua roket dan salah satu roketnya tidak menyala sehingga tidak mendapatkan kecepatan yang cukup untuk masuk orbit yang telah ditentukan. Dalam hal ini ketinggiannya satelit tersebut hanya sekitar 170 KM dengan kecepatan 7100 meter per detik," kata Adi dalam konferensi pers online, Jumat.

Adi menambahkan satelit Nusantara Dua tidak bisa diselamatkan karena hilang dan jatuh ke laut.

"Sehingga tidak bisa dipergunakan seluruhnya, satelit tersebut di asuransikan secara penuh," kata Adi.

Satelit Nusantara Dua dibuat oleh produsen satelit terkemuka asal Tiongkok, China Great Wall Industry Corporation (CGWIC). Ini merupakan bentuk kerjasama Indosat Ooredoo bersama dengan PT Pintar Nusantara Sejahtera (Pintar) dan PT Pasifik Satelit Nusantara (PSN) melalui perusahaan joint venture bernama PT Palapa Satelit Nusa Sejahtera (PSNS).

(amr)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini