Satelit Nusantara Dua yang Jatuh Sempat Disangka Hujan Meteor

Pernita Hestin Untari, Jurnalis · Rabu 15 April 2020 14:35 WIB
https: img.okezone.com content 2020 04 15 56 2199552 satelit-nusantara-dua-yang-jatuh-sempat-disangka-hujan-meteor-QViT26udA6.jpeg Ilustrasi (Foto: Ist)

JAKARTA - Satelit Nusantara Dua dikabarkan jatuh ke laut di dekat wilayah Guam. Hal tersebut diketahui setelah pemandangan menyerupai kembang api di langit terlihat di Guam. Objek tersebut diketahui merupakan satelit Nusantara Dua yang gagal mencapai orbit pada stage ketiga.

Dilansir dari laman Sputnik News, Rabu (15/4/2020) awalnya objek tersebut diyakini sebagai hujan meteor oleh beberapa masyarakat setempat. Insiden tersebut mirip dengan penampakan lain di Guam yang terjadi pada 27 Desember 2019, ketika bola api melesat melintasi langit sebelum menghilang di udara.

Dinas Cuaca Nasional Amerika Serikat menyarankan pada saat itu bahwa itu mungkin meteor atau sampah ruang angkasa dari uji roket China yang terjadi sebelumnya hari itu.

Sebelumnya, Direktur Utama Pasifik Satelit Nusantara (PSN), Adi Rahman Adiwoso mengungkapkan satelit Nusantara Dua gagal mencapai orbitnya pada 9 April 2020.

"Stage ketiga itu memiliki dua roket dan salah satu roketnya tidak menyala sehingga tidak mendapatkan kecepatan yang cukup untuk masuk orbit yang telah ditentukan. Dalam hal ini ketinggiannya satelit tersebut hanya sekitar 170 KM dengan kecepatan 7100 meter per detik," kata Adi.

Adi menambahkan satelit Nusantara Dua tidak bisa diselamatkan karena hilang dan jatuh ke laut. "Sehingga tidak bisa dipergunakan seluruhnya, satelit tersebut di asuransikan secara penuh," kata Adi.

Untuk diketahui, Satelit Nusantara Dua diluncurkan dengan roket Long March 3B dari Pusat Peluncuran Satelit Xinchang China. Satelit Nusantara Dua dibuat oleh produsen satelit terkemuka asal Tiongkok, China Great Wall Industry Corporation (CGWIC).

Ini merupakan bentuk kerjasama Indosat Ooredoo bersama dengan PT Pintar Nusantara Sejahtera (Pintar) dan PT Pasifik Satelit Nusantara (PSN) melalui perusahaan joint venture bernama PT Palapa Satelit Nusa Sejahtera (PSNS).

(amr)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini