Aturan IMEI Mulai 18 April Tak Ganggu Layanan Pelanggan

Sindonews, Jurnalis · Kamis 16 April 2020 15:03 WIB
https: img.okezone.com content 2020 04 16 54 2200073 aturan-imei-mulai-18-april-tak-ganggu-layanan-pelanggan-aYmI9erwQE.jpg (Foto: Huffington Post)

JAKARTA - Pemerintah akan menerapkan aturan IMEI ponsel pada 18 April. Asosiasi Penyelenggara Telekomunikasi Seluruh Indonesia memastikan kebijakan IMEI tersebut tidak akan mengganggu layanan pelanggan, dikutip Sindonews.

"Ini yang saya sebut customer journey, kami tetap akan mengupayakan bahwa customer journey tidak berubah. Baik sebelum aturan ini berlaku, maupun sesudah aturan ini berlaku," kata Wakil Ketua Asosiasi Penyelenggara Telekomunikasi Seluruh Indonesia, Merza Fachys, saat video meeting mengenai Kebijakan Validasi IMEI, Rabu (15/4/2020).

Dia menyatakan, sekali handphone dinyatakan whitelist, maka selamanya akan menjadi white list sebelum dilaporkan hilang atau dicuri. Artinya handphone tersebut boleh digunakan dengan dengan SIM Card apapun.

"Bagaimana membuat customer journey ini tidak berubah? Yakni hak pelanggan untuk menggunakan handphone, sekali dinyatakan handphone itu whitelist ya selamanya whitelist, sebelum dilaporkan tercuri atau apapun," tuturnya.

Sekadar informasi, pemerintah dan operator telah menguji coba kebijakan ini beberapa waktu lalu. Dari uji coba tersebut, disepakati mekanisme yang dipergunakan untuk mematikan peredaran ponsel BM (black-market) adalah skema white list.

Skema white list sendiri merupakan sistem preventif yang akan menyuntik mati handphone ilegal. Jadi, skema ini memungkinkan konsumen mengecek legalitas IMEI dalam perangkat sebelum membelinya.

Tujuannya, jika ponsel yang akan dibeli tidak mengeluarkan sinyal operator telekomunikasi, maka Anda bisa memutuskan untuk batal membelinya. Karena handphone tersebut sudah terdeteksi sebagai perangkat ilegal.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini