Dua Karyawan Telkomsel Positif COVID-19 Meninggal Dunia

Pernita Hestin Untari, Jurnalis · Selasa 21 April 2020 14:03 WIB
https: img.okezone.com content 2020 04 21 54 2202528 dua-karyawan-telkomsel-positif-covid-19-meninggal-dunia-UHpQW15YKx.jpeg Ilustrasi (Foto: Ist)

JAKARTA - Direktur Utama Telkomsel, Setyanto Hantoro mengungkapkan dua karyawan positif COVID-19 meninggal dunia. Sementara itu terdapat 8 karyawan positif COVID-19 yang menjalani isolasi mandiri.

"Ada 2 karyawan Telkomsel meninggal positif COVID-19, dan ada 8 orang yang masih positif COVID-19. Lainnya, ODP (Orang Dalam Pengawasan), PDP (Pasien Dalam Pengawasan) ada beberapa orang," kata Setyanto dalam konferensi online, Selasa (21/4/2020).

Lebih lanjut, Setyanto menambahkan bahwa pihaknya terus melakukan pengecekan kepada seluruh rekan kerja yang bertemu dengan karyawan positif COVID-19 selama 14 hari terakhir.

"Kita juga melakukan pengawasan terhadap keluarganya. Jadi untuk 2 rekan kita yang sudah berpulang, keluarganya tetap kita bantu. Keselamatan dan kesehatan karyawan dan keluarganya adalah nomor satu," imbuh Setyanto.

Sebelumnya, Telkomsel telah melakukan upaya pencegahan penyebaran COVID-19 terhadap karyawannya. Sejak Februari 2020, Telkomsel telah mengurangi perjalanan yang tidak penting untuk karyawan. Selain itu, sejak 17 Maret 2020 perusahaan juga telah menerapkan bekerja dari rumah (Work From Home) untuk sebagian besar karyawan.

"Pada dasarnya sudah hampir 100 persen work from home, akan tetapi dikecualikan yang tidak work from home karena teknis kita upayakan pelindung diri sesuai dengan protokol kesehatan," ungkap Setyanto.

Tidak hanya itu, sejak 17 Maret 2020 perusahaan juga telah melakukan disinfektan kantor selama seminggu sekali.

"Kemudian di layanan kita seperti Grapari, kita lakukan proteksi seperti antriannya dijauhkan, social distancing. Kita berikan mika pelindung untuk melindungi customer dan Customer Service kami. Kita juga punya call center darurat covid untuk internal Telkom Group. Selain itu kita juga punya rumah isolasi untuk karyawan yang memiliki gejala COVID-19, karena tidak semua karyawan bisa isolasi mandiri di rumah," kata Setyanto.

(amr)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini