Ilmuwan Jelaskan Fenomena Hujan Meteor

Pernita Hestin Untari, Jurnalis · Selasa 21 April 2020 20:28 WIB
https: img.okezone.com content 2020 04 21 56 2202792 ilmuwan-jelaskan-fenomena-hujan-meteor-8CAC5QAPDI.jpeg Ilustrasi (Foto: Ist)

JAKARTA- Hujan meteor Lyrid akan terlihat dari Bumi pekan ini. Fenomena tersebut terjadi selama 16 hingga 30 April sepanjang tahun. Kabarnya puncak hujan meteor terjadi sekitar 21 atau 22 April 2020.

Dilansir dsri laman Wlns, Selasa (21/4/2020) para ilmuwan di Planetarium Abrams menjelaskan hujan meteor terjadi beberapa kali sepanjang tahun. Terdapat hujan meteor khusus yang selalu terjadi pada petengahan bulan Agustus yakni hujan meteor Perseid.

Menurut para ilmuwan hujan meteor terjadi ketika bumi melewati puing-puing yang ditinggalkan oleh komet yang melewati orbit beberapa kali. Kemudian mengambil partikel kecil seperti debu yang tersisa dari komet jatuh melewati atmosfer dan terbakar ketika jatuh ke bumi. Cahaya itulah yang biasa disebut hujan meteor.

Astronom juga mengklaim bahwa hujan meteor tahunan terjadi ketika puing yang ditinggalkan oleh komet yang melewati orbit puing-puing yang ditinggalkan oleh komet “swift tuttle’ dan memiliki sekira 133 tahun orbit.

(amr)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini