Regulasi IMEI Bakal Persulit Jualan Ponsel via E-Commerce?

Ahmad Luthfi, Jurnalis · Selasa 21 April 2020 14:25 WIB
https: img.okezone.com content 2020 04 21 57 2202544 regulasi-imei-bakal-persulit-jualan-ponsel-via-e-commerce-3ZVWAseP2A.jpg (Foto: Themobileindian)

JAKARTA - Pemerintah telah menetapkan 18 April untuk penerapan regulasi International Mobile Equipment Identity (IMEI). Dengan demikian, ponsel ilegal atau ponsel dengan nomor IMEI yang tidak terdaftar tidak akan menerima sinyal seluler.

Saat ini, pemerintah melalui Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) mengirim SMS Blast kepada pengguna ponsel dengan nomor International Mobile Equipment Identity (IMEI) terdaftar.

Adapun pesan yang dikirim oleh Kominfo berbunyi, "IMEI handphone/perangkat yang anda gunakan telah terdaftar pada sistem kami. Jangan khawatir dan tetap #dirumahaja. Info resmi: https://s.id/gbg38".

Terkait dengan regulasi IMEI ini, Heru Sutadi Pengamat Telekomunikasi akan melihat ke depan apakah regulasi ini akan efektif untuk memberantas ponsel ilegal.

"Ya kita akan lihat dalam beberapa waktu ke depan. Kalau pemerintah kan yakin sekali. Meski dalam beberapa kebijakan sering kali salah dan tidak menjawab persoalan," ujar Heru kepada Okezone, Selasa (21/4/2020).

Ia khawatir terkait dengan kebijakan ini yang dinilai berlebihan, di mana ponsel turis asing juga mati (tidak dapat menerima sinyal seluler) sehingga tidak dapat digunakan.

"Bisnis jual ponsel di e-commerce juga akan bermasalah karena kan kita tidak tahu IMEI-nya terdaftar atau tidak," tuturnya.

Ketika ditanya apakah kebijakan ini malah membuat sulit pedagang ponsel di e-commerce, Heru mengatakan bahwa hal ini harus dipikirkan dan dicarikan solusinya.

"Intinya jangan sampai ekonomi digital mati dan pembeli dirugikan karena sudah beli mahal tapi IMEI tidak terdaftar. Sebab yang jual di market place kan banyak UMKM, bukan hanya distributor langsung," jelasnya.

(ahl)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini