Mampukah Cuaca Panas Hentikan Wabah Virus Corona?

Pernita Hestin Untari, Jurnalis · Rabu 22 April 2020 13:13 WIB
https: img.okezone.com content 2020 04 22 56 2203082 mampukah-cuaca-panas-hentikan-wabah-virus-corona-IY2zwWHzoA.jpg Ilustrasi (Foto: Ist)

JAKARTA - Kemungkinan cuaca panas dapat menghentikan penyebaran virus corona masih menjadi pertanyaan besar. Seperti diketahui, virus tersebut menyebar begitu cepat pertama kali pada musim dingin di China. Belum lagi gejalanya mirip dengan penyakit flu yang memang kerap kali hadir pada musim dingin.

Sebelumnya, beberapa peneliti juga memprediksi bahwa COVID-19 dapat menjadi penyakit musiman, artinya penyakit akan perlahan hilang saat bergantinya musim. Hal tersebut masih belum bisa dijelaskan, pasalnya beberapa negara yang beriklim tropis juga menghadapi wabah tersebut termasuk Indonesia.

Dilansir dari laman New York Times, Rabu (22/4/2020) beberapa peneliti juga mengungkapkan bahwa virus kemungkinan tidak hilang karena musim, namun dengan cara lain seperti kebijakan physical distancing. Akademi Ilmu Pengetahuan, Teknik dan Kedokteran Nasional Amerika Serikat (NASEM) bahkan memperingatkan Pemerintah Amerika Serikat bahwa kemungkinan COVID-19 bukan penyakit musiman.

Sehingga, diharapkan pemerintah melakukan langkah yang tepat untuk mengurangi penyebaran virus dan tidak terlalu berharap pada pergantian musim.

Menurut seorang Imunologi di Scripps Research Translational Institute, California, Kristian Andersen (bukan bagian NASEM) mengungkapkan perilaku manusia akan menjadi hal yang paling penting untuk mengurangi penyebaran virus. Pandemi COVID-19 mungkin berkurang karena physical distancing atau langkah pencegahan lainnya.

"Kita mungkin akan melihat pengurangan penyebaran di awal musim panas. Akan tetapi kita harus berhati-hati pengurangan penyebaran virus bisa lebih mungkin karena langkah-langkah diberlakukan," imbuh dia.

Sementara itu David Relman yang tengah mempelajari interaksi host-mikroba di Stanford, mengatakan bahwa suhu dan kelembapan tidak akan menghentikan penularan virus. Virus menyebar ketika seseorang batuk atau bersin dan mengenai orang dengan imunitas rendah.

Bahkan menurut penelitian terbaru mengungkap bahwa tingkat polusi udara pada suatu wilayah mampu meningkatkan tingkat infeksi COVID-19. Seperti diketahui penyakit tersebut telah menyerang saluran pernapasan manusia.

Terlepas virus berkurang selama musim panas ataupun tidak, pastinya kita semua berharap bahwa pandemi segera berakhir. Virus ini telah menginfeksi lebih dari 2,5 juta jiwa di 185 negara.

(amr)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini