4 Fenomena Kemunculan Hewan dalam Jumlah Banyak Terjadi di Bumi

Pernita Hestin Untari, Jurnalis · Sabtu 25 April 2020 13:31 WIB
https: img.okezone.com content 2020 04 25 56 2204742 4-fenomena-kemunculan-hewan-dalam-jumlah-banyak-terjadi-di-bumi-cVmTTODkWZ.jpeg Wabah Serangga di Kongo, Afrika (Foto: Ist)

JAKARTA- Kemunculan hewan dalam jumlah banyak kerap kali terjadi di beberapa tempat. Belum lama ini, masyarakat dihebohkan dengan keluarnya ribuan cacing di Solo dan daerah lainnya seperti Sukoharjo serta Klaten.

Beragam spekulasi bermunculan, mulai dari efek penyemprotan disinfektan hingga dugaan pergerakan tanah atau pertanda gempa Bumi. Beberapa bulan terakhir kemunculan ular cobra di beberapa daerah juga menghebohkan. Ternyata ada banyak kejadian kemunculan hewan dalam jumlah banyak yang tak lazim dalam beberapa tahun terakhir, berikut rangkumannya seperti dilansir dari berbagai sumber, Sabtu (25/4/2020).

1. Hujan Ikan

Fenomena hujan ikan pernah terjadi di a Kota Tampico, Meksiko pada 2017. Menurut warga setempat ikan tersebut terbawa oleh angin karena terjadi badai besar di wilayah Amerika Latin. Fenomena semacam ini juga pernah terjadi beberapa kali di Lajamanu, Australia yakni tahun 1974, 2004, dan 2010.

2. Hujan Laba-Laba

Hujan laba-laba pernah terjadi di kota Southern Tablelands, Australia pada Mei 2015. Tidak hanya laba-laba, rumah warga juga dipenuhi dengan jaring.

Menurut dosen biologi di University of Akron, Ohio, Todd Blackledge hujan laba-laba terjadi ketika kelompok laba-laba yang siap melakukan balloning, namun terhambat faktor cuaca, sehingga saat cuaca berubah ke kondisi yang tepat, mereka melakukannya secara bersamaan.

Meskipun laba-laba berukuran kecil tidak berbahaya, namun yang besar dapat merusak tanaman, menutupi daun dengan jaring sehingga tumbuhan tidak mendapatkan cukup cahaya.

3. Wabah Belalang

Di tengah pandemi COVID-19, ribuan belalang menyerang Kongo, Afrika pada pertengahan Februari 2020. Organisasi Pangan dan Pertanian PBB (FAO) mengatakan kondisi ini terjadi karena belalang dewasa, yang sebagian terbawa angin, tiba di pantai barat Danau Albert di Kongo timur dekat kota Bunia.

Wabah tersebut kabarnya dapat memperparah kelapa di wilayah tersebut. Pasalnya ketika belakang semakin bertambah dapat menghancurkan tanaman untuk pasokan pangan.

4. Serangan Tomcat

Hewan bernama latin Coleoptera staphylinidae atau tomcat ditemukan dalam jumlah besar di Tulunggung, Jawa Timur pertengahan bulan Maret 2012. Sekitar 622 jenis tomcat yang menyebar di seluruh dunia. Namun spesies yang menyerang Indonesia ini merupakan jenis Paederus peregrines yang dapat menyebabkan dermatitis.

Selain Indonesia, wabah dermatitis yang ditimbulkan tomket juga menyerang negara lain seperti Australia, Malaysia, Srilangka, Nigeria, Kenya, Iran, Afrika Tengah, Uganda, Argentina, Brazil, Perancis, Venezuela, Ecuador dan India.

(amr)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini