Perusahaan Teknologi Perangi COVID-19, Bikin Aplikasi hingga Deteksi Hoaks

Pernita Hestin Untari, Jurnalis · Minggu 26 April 2020 06:00 WIB
https: img.okezone.com content 2020 04 26 207 2204934 perusahaan-teknologi-perangi-covid-19-bikin-aplikasi-hingga-deteksi-hoaks-I9pg6D10h2.jpeg Ilustrasi (Foto: Ist)

JAKARTA- Perusahaan teknologi dunia telah memerangi virus corona (COVID-19). Ada yang membuat aplikasi pelacakan penyebaran virus corona hingga menghapus hoaks tentang COVID-19 pada platformnya.

Virus corona telah mengganggu industri teknologi belakangan ini. Beberapa event teknologi seperti Mobile World Congress (MWC), Google I/O, dan Facebook F8 dibatalkan. Berikut beberapa perusahaan teknologi yang turut memerangi pandemi COVID-19.

 

Google dan Apple

Kedua perusahaan bekerjadama mengembangkan sistem 'contract tracking'. Sistem tersebut dapat memberikan peringatan kepada orang untuk waspada terhadap orang yang terinfeksi corona.

Langkah ini menyatukan sistem operasi seluler dengan menggunakan teknologi lokasi ponsel cerdas untuk melacak seseorang yang terinfeksi COVID-19.

Langkah ini akan memungkinkan aplikasi ponsel cerdas yang ditenagai oleh perangkat lunak Apple dan sistem operasi Android yang didukung Google untuk bertukar informasi dengan "memilih sistem" bersama menggunakan teknologi nirkabel Bluetooth. Tidak hanya itu, kedua perusahaan juga menyumbangkan donasi untuk memerangi COVID-19.

Twitter

CEO Twitter, Jack Dorsey menjanjikan USD1 Miliar atau sekira Rp16 Triliun sahamnya di Square Inc untuk donasi virus corona. Ia mengungkapkan bahwa langkahnya tersebut diharapkan mampu menginspirasi orang lain untuk melakukan hal serupa. Donasinya akan diberikan kepada mereka yang terkena dampak.

Perusahaan juga telah berusaha untuk menghapus informasi hoaks tentang virus corona pada paltformnya. Sebelumnya Twitter juga mengimbau seluruh karyawan untuk bekerja dari rumah. Langkah tersebut untuk mencegah penyebaran virus korona (COVID-19).

Pinterest

 

CEO Pinterest, Ben Silbermann bekerjasama dengan para pakar kesehatan di Universitas Harvard dan Institut Teknologi Massachusetts (MIT) untuk mengembangkan aplikasi pelacakan virus corona. Aplikasi yang diberi nama 'How We Feel' tersebut memungkinkan seseorang melaporkan sendiri gejala virus corona (COVID-19).

Aplikasi juga diharapkan mampu untuk mengatasi kurangnya informasi yang tersedia bagi para profesional kesehatan Aplikasi memungkinkan pengguna untuk melaporkan usia, jenis kelamin, kode pos dan yang paling penting, setiap gejala kesehatan yang mungkin mereka alami. Sehingga membantu para peneliti mengungkap titik wabah dan melacak penyebaran virus yang sedang berlangsung. Aplikasi baru tersedia untuk warga di Amerika Serikat.

Facebook

Facebook telah mendukung bekerja dari rumah untuk seluruh karyawannya. Hal tersebut dilakukan untuk mencegah penyebaran COVID-19. Ia juga mengimbau bagi kryawak yang melakukan kontak dengan karyawan yang dinyatakan positif untuk mengisolasi diri dan memantau gejalanya.

Selain itu pendiri dan CEO Facebook, Mark Zuckerberg membantu Bill Gates dalam menemukan vaksin virus corona. Mark Zuckerberg beserta istrinya, Priscilla Chan, mendonasikan USD25 juta atau sekitar Rp400 miliar untuk mengakselerasikan pengembangan vaksin dan perawatan COVID-19 dan bekerjasama dengan Gates Foundation.

Facebook juga telah menghapus informasi atau iklan sesat tentang virus corona yang meresahkan masyarakat.

Microsoft

Microsoft memerintahkan karyawan kerja dari rumah terkait wabah virus korona. Dilansir Nasdaq, sistem bekerja dari rumah kabarnya diterapkan hingga 25 Maret.

Wakil Presiden Eksekutif Microsoft, Kurt Delbene mengatakan kepada para karyawannya bahwa langkah-langkah tersebut dilakukan untuk memastikan keselamatan karyawan dan membuat tempat kerja lebih aman.

(amr)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini