Sejarah Teleskop Hubble yang Meluncur 3 Dekade Lalu

Pernita Hestin Untari, Jurnalis · Senin 27 April 2020 16:17 WIB
https: img.okezone.com content 2020 04 27 56 2205626 sejarah-teleskop-hubble-yang-meluncur-3-dekade-lalu-FIJmL6tCuV.jpeg Ilustrasi (Foto: Ist)

JAKARTA - Sejak diluncurkan pada 1990, Hubble Space Telescope (HST) menghasilkan sederetan gambar yang mempesona dari luar angkasa. Tidak hanya gambar yang cantik, puluhan terabyte data yang dikumpulkan telah memberikan wawasan tentang alam semesta.

Mulai dari objek sedekat bulan hingga galaksi yang paling terpencil dan foto-foto luar biasa dari supernova serta nebula.

Dilansir dari laman Space, Senin (27/4/2020) Hubble merupakan teleskop pertama yang diluncurkan ke luar angkasa. Sebelum diluncurkan, pengamatan luar angkasa masih seadanya.

Para ilmuwan menempatkan teleskop di atas pegunungan, sayangnya gambar tampak tidak jelas karena atmosfer lebih tipis pada ketinggian yang lebih tinggi.

Pada tahun 1946 setelah Perang Dunia II, astronom Lyman Spitzer mengusulkan untuk meluncurkan teleskop ruang angkasa, yang dapat mengatasi keterbatasan observatorium berbasis darat. Butuh beberapa dekade lagi sebelum ide tersebut benar-benar berlaku.

National Academy of Science untuk mengorganisir sebuah komite ilmuwan untuk mengevaluasi potensi teleskop yang diluncurkan ke luar angkasa. Spitzer pun menjadi pemimpin panitia untuk mengeksplorasi ide tersebut pada tahun 1969.

National Academy of Science lalu bekerjasama dengan Badan Penerbangan dan Antariksa Amerika Serikat (NASA) untuk membuat Teleskop Ruang Angkasa Besar menjadi kenyataan.

NASA sudah mempertimbangkan teleskop ruang angkasa dari beberapa jenis, tetapi mereka ragu-ragu tentang seberapa besar membuatnya dan dari mana harus memulai. Pada tahun 1971, George Low, pejabat administrator badan tersebut pada waktu itu, menghiasi Kelompok Pengarah Ilmu Angkasa Teleskop Besar dan NASA segera mulai melobi Kongres untuk pendanaan usaha tersebut.

Pendanaan pada awalnya ditolak oleh Subkomite House Appropriations pada tahun 1975. NASA kemudian meningkatkan upaya lobi mereka dan mendapat dukungan dari Badan Antariksa Eropa (ESA), yang berbagi biayanya. Kongres akhirnya memberikan dana untuk bagian NASA dari rencana Teleskop Ruang Angkasa Besar pada tahun 1977.

Pengembangan dimulai segera, dan NASA berencana untuk meluncurkan teleskop pada tahun 1983, tetapi berbagai penundaan produksi mendorong tanggal peluncuran ke tahun 1986.

Sementara itu, Teleskop Luar Angkasa Besar berganti nama menjadi Hubble (HST) untuk menghormati Edwin Hubble, seorang astronom Amerika yang menetapkan bahwa alam semesta melampaui batas-batas Bima Sakti.

Peluncuran teleskop Hubble tertunda sekali lagi setelah pesawat ulang alik Challenger tahun 1986 meledak satu menit setelah lepas landas pada tanggal 28 Januari. Peristiwa tersebut menewaskan semua tujuh astronot di dalamnya. Butuh dua tahun sebelum penerbangan ulang-alik dapat dilanjutkan dan NASA dapat mulai merencanakan peluncuran Hubble lagi.

Teleskop ruang angkasa pertama di dunia akhirnya diluncurkan dengan pesawat ulang-alik Discovery pada 24 April 1990. Upaya ini menelan biaya USD1,5 miliar dan biaya tidak terduga lainnya.

Meskipun sudah diluncurkan, Hubble masih mengalami masalah. Gambar-gambar yang dihasilkan Hubble menjadi buram, pasalnya cermin utama Hubble memiliki cacat.

Cacat tersebut yakni adanya penyimpangan bola yang disebabkan oleh kesalahan produksi. Kelemahannya kecil, hanya setebal 1/50 dari ketebalan selembar kertas, tapi itu cukup besar untuk menyebabkan masalah pencitraan utama.

Butuh tiga tahun sebelum NASA dapat melakukan misi perbaikan. Pada 2 Desember 1993, Space Shuttle Endeavour mengangkut tujuh awak untuk memperbaiki Hubble selama lima hari perjalanan ruang angkasa. Dua kamera baru, termasuk Wide-Field Planetary Camera 2 (WFPC-2) - yang kemudian mengambil banyak foto Hubble yang paling terkenal.

Pada bulan Desember 1993, gambar-gambar baru pertama dari Hubble mencapai Bumi, dan semua gambar yang dihasillan menakjubkan.

Sejak itu, Hubble terus memberikan informasi yang belum pernah ada sebelumnya tentang alam semesta kita.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini