Tips Kenali Hoaks Virus Corona di Media Sosial

Pernita Hestin Untari, Jurnalis · Selasa 28 April 2020 09:22 WIB
https: img.okezone.com content 2020 04 28 92 2205900 tips-kenali-hoaks-virus-corona-di-media-sosial-xHmpeqRWPA.jpeg Ilustrasi (Foto: Ist)

JAKARTA – Media sosial kerap kali menjadi sarana penyebaran hoaks. Informasi pada media sosial kerap kali menyebar begitu luas dan cepat. Termasuk hoaks tentang virus corona (Covid-19) yang terus meningkat. Agar terhindar dari informasi menyesatkan, kita perlu kritis untuk mengenali informasi yang palsu atau asli di media sosial. Berikut caranya seperti dikutip dari berbagai sumber.

1. Amati Link

Apakah Anda pernah melihat alamat URL yang aneh seperti com.co? Link yang aneh atau typo biasanya tidak dapat dipercaya. Anda perlu mengecek bagian ‘about’ atau ‘contact’. Jika situs tersebut dapat dipercaya, mereka akan mencantumkan alamat redaksi atau kelembagaan.


2. Sumber Berita

Anda perlu memerhatikan sumber berita yang sedang dibaca. Menurut penelitian Mastel, media sosial menjadi sarana yang paling banyak digunakan untuk menyebarkan berita hoaks yakni 31,9%.

3. Memancing Emosi

Apakah judul dari berita atau artikel yang Anda baca terasa memprovokasi? Bisa jadi artikel itu tidak bisa dipercaya. Laporan palsu sering menargetkan emosi dengan klaim aneh atau kata-kata tidak patriotik atau bahasa yang hiperbola. Jika akal sehat memberi tahu Anda itu tidak mungkin benar, berita itu kemungkinan memang tidak benar.


4. Membandingkan

Banyak media massa di Indonesia yang bisa menjadi perbandingan. Bahkan setiap media mainstream juga seharusnya dibandingkan dengan media lainnya untuk mendapatkan gambaran yang objektif.

Jika Anda merasa ragu dengan kebenaran sebuah berita atau artikel, temukan berita-berita terkait dari media-media yang sudah diakui Dewan Pers. Media tersebut tentu meliput kejadian yang dianggap penting untuk kepentingan masyarakat sehingga kemungkinan berita yang Anda curigai juga diliput sangat besar.

5. Amati Tulisannya

Jika sebuah situs dapat dipercaya, tidak mungkin situs itu membiarkan tulisan salah eja berseliweran di mana-mana karena mereka telah melakukan pemeriksaan fakta dan tulisan lebih dari sekali. Anda patut mencurigai situs yang memiliki banyak salah eja.

Banyaknya capslock atau tanda baca juga menjadi indikasi bahwa sebuah tulisan tidak dapat dipercaya. Kebanyakan artikel atau berita yang terpercaya menggunakan EYD yang baik.

(amr)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini