Cara WhatsApp Perangi Hoaks Virus Corona

Pernita Hestin Untari, Jurnalis · Selasa 28 April 2020 09:55 WIB
https: img.okezone.com content 2020 04 28 92 2205914 cara-whatsapp-perangi-hoaks-virus-corona-in020B6VR8.jpeg Ilustrasi (Foto: Ist)

JAKARTA- WhatsApp menjadi salah satu platform dimana hoaks kerap menyebar. Pesan hoaks  dikirim terus menerus (forward) pada aplikasi dan grup WhatsApp. Perusahaan milik Facebook ini mengklaim bahwa aplikasinya menerapkan fitur enkripsi end-to-end, sehingga perusahaan tidak dapat membaca pesan pribadi pengguna dan menghapusnya. Jadi, apabila ada pesan sensitif  atau salah, perusahaan tidak dapat neghapusnya, karena bersifat pribadi.

Dilansir dari laman Buzz Feed News, Selasa (28/4/2020) WhatsApp pun membatasi jumlah pesan yang diteruskan yakni setelah pesan yang diteruskan lebih dari lima kali hanya dapat diteruskan ke satu obrolan.

Perubahan tersebut tidak menghentikan orang untuk meneruskan pesan ke beberapa pengguna secara individual, tetapi WhatsApp berharap untuk memperlambat penyebaran hoake dan informasi yang salah.

"Kami telah melihat peningkatan yang signifikan dalam jumlah penerusan yang pengguna katakan kepada kami dapat terasa luar biasa dan dapat berkontribusi pada penyebaran informasi yang salah. Kami percaya penting untuk memperlambat penyebaran pesan-pesan ini agar WhatsApp tetap menjadi tempat untuk percakapan pribadi," kata WhatsApp.

Untuk diketahui informasi yang keliru, tipuan, dan desas-desus tentang wabah virus corona telah merajalela secara online dan pada aplikasi pengiriman pesan seperti WhatsApp, yang digunakan oleh lebih dari 2 miliar pengguna di seluruh dunia.

Sebuah laporan CNN menunjukkan bahwa platform pengiriman pesan adalah hot spot informasi medis yang salah terkait dengan virus corona . Salah satu penyerang yang menjadi viral di WhatsApp, misalnya, mengklaim bahwa empat orang yang menderita Covid-19 menjadi lebih buruk setelah menggunakan obat anti-inflamasi, klaim yang kemudian dibantah.

WhatsApp pertama kali memberlakukan batasan penerusan pada tahun 2018. Pesan hanya dapat diteruskan hingga lima kali setelah sebelumnya dapat diteruskan hingga lebih dari 200.

(amr)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini