Asteroid Raksasa Dekati Bumi Hari Ini, Berbahayakah?

Pernita Hestin Untari, Jurnalis · Rabu 29 April 2020 09:56 WIB
https: img.okezone.com content 2020 04 29 56 2206493 asteroid-raksasa-dekati-bumi-hari-ini-berbahayakah-hUebo9hZcz.jpg Ilustrasi (Foto: Ist)

JAKARTA - Asteroid raksasa, OR2 1998 melewati Bumi pukul 02.20 WIB, hari ini, (29/4/2020). Asteroid tersebut memiliki ukuran raksasa mencapai diameter sekira 2,06 km. Dengan ukuran tersebut asteroid tergolong berbahaya karena memiliki ukuran lebih dari 152 meter, batas yang ditetapkan Badan Penerbangan dan Antariksa Amerika Serikat (NASA).

Dilansir dari laman Space, Rabu (29/4/2020) meskipun demikian jarak lintasan asteroid terhadap Bumi masih aman. Jarak lintasannya mencapai 16 kali jarak Bumi dan Bulan, yakni 6,3 juta kilometer dari Bumi dan pendekatakan terdekatnya mencapai 2,4 juta km. Untuk diketahui, Bulan mengorbit Bumi pada jarak rata-rata 239.000 mil atau 385.000 km.

Sebelumnya para ilmuwan mengungkapkan bahwa ada kemungkinan batu luar angkasa tersebut mengenai Bumi. Namun, Manajer Pusat Studi Objek Dekat-Bumi NASA di Jet Propulsion Laboratory, Pesadena, California, Paul Chodas mengatakan bahwa asteroid tersebut tidak berbahaya dan tidak ada peluang untuk menabrak Bumi.

"Tidak ada asteroid yang memiliki peluang signifikan untuk menabrak Bumi dengan ukuran signifikan," kata Chodas.

Ilmuwan NASA telah menemukan dan melacak lebih dari 90% asteroid dekat-Bumi (NEA) yang lebarnya 0,6 mil (1 km), cukup besar untuk menimbulkan ancaman global bagi manusia seandainya mereka menyejajarkan Bumi dalam garis bidik mereka.

Chodas menambahkan bahwa sangat sulit untuk memodelkan orbit asteroid dalam jangka waktu yang sangat lama. Asteroid dapat menabrak Bumi kapan pun dan menimbulkan bahaya yang luar biasa seperti kematian dinosaurus. Sehingga penemuan dan upaya pelacakan asteroid sangat penting.

Sebagai contoh, waktu tunggu lima hingga 10 tahun mungkin adalah minimum yang diperlukan bagi manusia untuk melakukan misi defleksi kinetik-penabrak, yang akan mengirim pesawat luar angkasa untuk menjauhkan batu ruang angkasa yang berbahaya.

"Jika kita memiliki waktu yang jauh lebih banyak dari itu, kita mungkin dapat menggunakan metode "traktor gravitasi" tanpa kekerasan, perlahan-lahan menyenggol batu menjauh dari Bumi dengan probe terbang. Dan jika kita memiliki waktu yang sangat sedikit, kita mungkin harus benar-benar menggunakan opsi nuklir," kata Chodas.

(ahl)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini