3 Penyedia Layanan Konferensi Video Diduga Miliki Masalah Privasi

Sindonews, Jurnalis · Senin 04 Mei 2020 15:04 WIB
https: img.okezone.com content 2020 05 04 207 2208926 3-penyedia-layanan-konferensi-video-diduga-miliki-masalah-privasi-x8IbAteDJc.jpg (Foto: Freepik)

JAKARTA - Layanan konferensi video saat ini tengah mencatatkan pertumbuhan pengguna yang tinggi. Perusahaan teknologi mengusung layanan konferensi video yang bisa digunakan oleh para pengguna.

Lembaga riset pasar Consumer Reports menganalisis kebijakan privasi yang ada di platform konferensi video seperti Google Meet dan Microsoft Teams, serta WebEx, dikutip Sindonews.

Mereka menemukan adanya kemungkinan bahwa para penyedia platform tersebut mengumpulkan lebih banyak data pengguna dari pada yang selama ini diperkirakan banyak pengguna.

Agar jelas, Consumer Reports tidak mengatakan bahwa aplikasi tersebut tidak aman untuk digunakan. Namun, dengan menyetujui kebijakan privasi layanan, artinya pengguna memberi izin pada perusahaan untuk mengakses data pribadi mereka.

Ketiga perusahaan tersebut berhak untuk mengumpulkan informasi dari panggilan video pengguna, termasuk berapa lama panggilan berlangsung, siapa saja yang berpartisipasi dalam panggilan tersebut, dan alamat IP dari semua peserta yang ikut dalam panggilan.

Seiring dengan ketergantungan pada layanan konferensi video, banyak yang mulai meneliti langkah keamanan dan kebijakan privasi layanan ini.

Walau tidak terlalu mengkhawatirkan seperti celah kemanan yang ada di Zoom yakni Zoombombing dan masalah lainnya, pengguna tetap harus menyadari data apa saja yang dapat dikumpulkan oleh pemilik platform yaitu Google, Microsoft, dan Cisco.

Tidak satu pun dari perusahaan yang menyebutkan secara spesifik tentang jenis data apa yang sebenarnya dikumpulkan atau bagaimana data itu digunakan.

Consumer Reports mencatat bahwa data yang dikumpulkan di sini dapat digabungkan dengan informasi dari sumber lain untuk membuat profil pribadi para pengguna dan kebiasaan penggunaan layanan. Bahkan, berpotensi menggunakan video untuk hal lain seperti pelatihan sistem pengenalan wajah.

(ahl)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini